Minggu, 21 September 2014

Persib berkabung atas kematian bobotoh

Selasa, 29 Mei 2012 17:58 WIB | 7.708 Views
Bandung (ANTARA News) - Keluarga besar Persib Bandung berkabung atas meninggalnya seorang suporter, Rangga Cipta Nugraha (22), dalam insiden kerusuhan antarsuporter usai pertandingan melawan Persija Jakarta di Stadion Gelora Bung Karno.

"Kami sangat prihatin dan ikut berduka atas peristiwa yang menimpa bobotoh dalam insiden itu, kami berharap ini insiden terakhir dan jangan ada lagi di kemudian hari," kata Kapten Tim Persib Bandung Maman Abdurahman di Bandung, Selasa.

Menurut Maman, seharusnya ajang sepak bola menjadi pemersatu masyarakat Indonesia dan bukan menjadi ajang tawuran. Ia mengaku prihatin, dan peritiwa itu terjadi justeru pada saat suporter Bandung dan Jakarta tengah merintis perdamaian.

"Ini semua harus menjadi pelajaran berharga bagi semua fihak, hentikan perselisihan yang terjadi dan buka lembaran baru untuk kemajuan sepak bola nasional," kata Maman Abdurahman.

Hal senada juga diungkapkan Pelatih Persib, Robby Darwis, yang menyatakan turut berduka atas meninggalnya seorang bobotoh usai pertandingan Persib melawan Persija yang berakhir dengan skor 2-2.

"Kami ikut berduka dan berharap hal ini tidak terulang lagi," katanya.

Bobotoh Rangga Cipta Nugraha, meninggal dunia akibat dikeroyok seusai menonton Persib melawan Persija di Gelora Bung Karno. Ia menjadi salah seroang dari tiga korban tewas dalam insiden yang terjadi di ibukota itu.

Sementara suasana duka terjadi di rumah duka di Jalan Endang Suanda (Pasirleutik) Kampung Pasirleutik, Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung.

Pengurus PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Ketua Viking Heru Joko, panglima Viking Ayi Beutik serta seratus anggota Viking Persib Fans Club melayat ke rumah duka sejak pagi hari.

Selain itu hadir pula melayat Komisaris PT PBB H Umuh Muhtar, Sekretaris PT PBB Risha serta yang lainnya.

Jenazah Rangga tiba di rumah duka sekitar pukul 16.00 WIB yang disambut dengan suasana duka. Beberapa anggota keluarga korban menangis histeris begitu jenazah diturunkan dari ambulan bernomor polisi B-1162-FFZ.

Jenazah lajang jebolan Politeknik Pos itu disambut oleh kelurganya, termasuk ayahnya Teguh Rianto. Teriakan Allahu Akbar...Allahu Akbar bergema ketika jenazah dikeluarkan dari ambulan yang membawanya dari RS Cipto Mangunkusumo Jakarta itu.

Selanjutnya disemayamkan di rumah duka, dimandikan dan dikafani.

Rangga adalah karyawan sebuah perusahaan paket logistik di Jakarta yang merupakan jebolan Politeknik Pos Bandung. Ia tinggal di Jakarta selama bekerja di perusahaan itu, dan pada Minggu pertama kalinya ia menonton pertandingan Persib melawan Persija di Geloba Bung Karno.

Santunan

Sementara itu Komisaris PT PBB H Umuh Muhtar menyatakan prihatin dengan kejadian itu, menurut dia, seharusnya hal itu tidak terjadi, terlebih sudah ada semangat untuk melakukan perdamaian antara Jack Mania dengan Viking.

"Sangat kecewa dan seharusnya hal ini tidak terjadi. Bagaimana pun kejadian ini harus diusut tuntas, pihak kepolisian harus mengusut tuntas insiden ini agar tidak terjadi lagi di kemudian hari," kata H Umuh.

Pada kesempatan itu, Umuh meminta agar semua fihak bisa mengambil hikmah dari kejadian yang memakan korban jiwa usai pertandingan sepak bola itu.

"Ini jelas harus dievaluasi, jangan menyalahkan satu persatu, juga petugas keamanan. Saya tidak suka menyalahkan petugas keamanan. Ini harus diatasi bersama dan semua harus belajar dari insiden ini," kata Umuh Muhtar.

Sementara itu Wakil Direktur PT Persib Bandung Bermartabat Risha Adiwidjaya juga hadir dan melayat ke rumah duka dan menyampaikan santunan kepada keluarga korban.

"Jangan dilihat nilainya, namun santunan ini sebagai bentuk kepedulian kami kepada bobotoh. Dan berharap insiden ini jangan terulang kembali," katanya.

Menurut Risha, kejadian yang terjadi di Jakarta akan menjadi bahan ujian bagi Panpel Persib Bandung untuk melakukan antisipasi sejak dini terhadap kejadian serupa di kemudian hari.

Sementara itu sebagai tanda berkabung atas kematian Rangga, tim Persib Bandung akan mengenakan pita hitam saat bertanding melawan Mitra Kukar, Sabtu (2/6) mendatang.

"Kami akan bertanding dengan pita hitam di lengan," kata kapten tim Persib Bandung, Maman Abdurahman.

(ANTARA)

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga