Jakarta (ANTARA News) - PSSI di bawah pimpinan Djohar Arifin Husin hingga kini masih menunggu surat panggilan kedua dari Tim Task Force AFC guna menyelesaikan polemik dualisme kompetisi yang ada di Indonesia.

"Hingga kini belum ada undangan yang masuk. Tapi infonya pertemuan akan dilakukan pekan depan," kata Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin di Kantor PSSI Senaya Jakarta, Kamis.

Tim Task Force yang juga merupakan kepanjangtanganan FIFA ini bertugas membantu menyelesaikan polemik dualisme kompetisi di Indonesia. Batas waktu untuk menyelesaikan permasalahan ini adalah 15 Juni mendatang.

Dengan semakin dekatnya batas waktu yang telah ditetapkan, PSSI berharap semua permasalahan yang ada bisa diselesaikan dengan baik sehingga tidak merugikan banyak pihak termasuk pemain. Jika tidak selesai maka ancaman sanksi dari FIFA akan keluar.

"Tidak ada yang diuntungkan dalam keributan ini. Malah banyak yang dirugikan. Makanya harus segera diselesaikan," kata Ketua Umum PSSI yang terpilih pada Kongres Luar Biasa (KLB) di Solo Jawa Tengah, Juli 2011 lalu itu.

Dua kompetisi yang saat ini menjadi pokok permasalahan itu adalah Indonesia Premier League (IPL) yang berada di bawah kendali PSSI serta Indonesia Super League (ISL) di bawah PT Liga Indonesia dan dianggap sebagai "breakaway league".

Bergulirnya dua kompetisi ini sangat berpengaruh kepada pemain. Banyak pemain potensial terkendala untuk memperkuat timnas. Kondisi ini jelas merugikan meski saat ini PSSI di bawah pimpinan Djohar Arifin Husin mulai mengakui kompetisi ISL melalui Kongres Palangkaraya.

Sebelumnya Tim Task Force AFC telah memanggil dua pihak yang berpolemik yaitu PSSI Djohar Arifin Husin selaku wakil IPL serta PT Liga Indonesia selaku pengelola kompetisi ISL. Pertemuan digelar di Kuala Lumpur Malaysia, 26 April lalu.

Pada pertemuan pertama pihak PSSI diwakili oleh Wakil Ketua Umum Farid Rahman dan Sekjen PSSI Tri Goestoro sedangkan pihak PT Liga Indonesia diwakili oleh Djoko Driyono dan penasihat hukumnya, Hinca Panjaitan.

Informasi yang berkembang, pertemuan kedua antara dua pihak yang berpolemik dengan Tim Task Force AFC akan kembali digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, 6-8 Juni nanti.

(ANT)