Oklahoma City (ANTARA News) - Kevin Durant membukukan 22 poin dan Oklahoma City Thunder menghentikan rentetan 20 kemenangan milik San Antonio Spurs dengan kemenangan 102-82 pada Kamis waktu setempat, untuk memperkecil keunggulan Spurs pada seri playoff NBA.

Spurs masih memimpin 2-1 pada final Wilayah Barat dengan pertandingan keempat akan dilakukan di Oklahoma City pada Sabtu. Sang pemenang akan menghadapi juara Wilayah Timur, yakni Miami Heat atau Boston Celtics, pada final NBA.

"Bagus bagi kami mendapatkan kemenangan di depan pendukung kami sendiri," kata pemain Thunder, Thabo Sefolosha. "Kami tahu bermain di markas sendiri akan menjadi permainan yang berbeda. Ini akan menjadi seri yang panjang. Ini hanya satu pertandingan."

San Antonio menyelesaikan musim reguler dengan 10 kemenangan berturut-turut, dan memulai seri playoff dengan 10 kemenangan beruntun, untuk menyamai rangkaian kemenangan berturut-turut terpanjang ketiga dalam sejarah NBA.

Namun rangkaian kemenangan tersebut dihentikan melalui kekalahan terbesar di fase playoff, sepanjang sejarah Spurs.

"Mereka mengalahkan kami," kata pemain San Antonio, Stephen Jackson. "Mereka bermain dengan lebih banyak energi. Mereka memberi kami pukulan di bokong dengan cara klasik."

Spurs tidak menderita kekalahan selama 50 hari sejak takluk dari Los Angeles Lakers di kandang sendiri pada 11 April. Lakers sendiri mencatatkan rekor NBA dengan membukukan 33 kemenangan berturut-turut pada 1971/1972. Houston mencatatkan 22 kemenangan berturut-turut pada 2008, dan Milwaukee juga meraih 20 kemenangan berturut-turut pada 1971.

"Kami tidak menelan kekalahan selama beberapa waktu. Kami akan melihat bagaimana reaksi kami terhadap hal itu," tutur veteran Spurs, Tim Duncan. "Mudah-mudahan teman-teman akan mampu mendongkraknya."

Thunder, yang menelan 10 kekalahan dari 11 pertandingan melawan Spurs sebelumnya, mengungguli San Antonio 32-17 pada kuarter kedua untuk meraih keunggulan 54-41 saat turun minum, dan tidak pernah membiarkan tim tamu bangkit pada babak kedua.

"Mereka bermain sangat bagus. Mereka bermain seperti ini adalah pertandingan terakhir," kata pelatih Spurs, Gregg Popovich. "Mereka bermain lebih baik daripada yang kami mainkan. Kami bermain lebih buruk dari semestinya, dan mereka memainkan bola basket fantastis dengan berbagai cara."

Spurs, yang mengincar mahkota NBA kelima dalam 14 musim, pada babak pertama mencatatkan poin terkecil mereka sepanjang playoff tahun ini.

Pengatur permainan asal Swiss, Sefolosha, mencetak 19 poin dan, saat timnya bermain bertahan, ia mampu mengawal guard Spurs, Tony Parker, sehingga pebasket Prancis tersebut hanya mampu membukukan 16 poin.

Jackson menambahkan 16 poin untuk Spurs, sedangkan Duncan berkontribusi dengan 11 poin dan lima kali memblok tembakan, sehingga ia menjadi pemain yang melakukan blok terbanyak pada playoff NBA, dengan 478 blok, dua blok lebih banyak dari Kareem Abdul-Jabbar.

(H-RF)