Sampit, Kalteng (ANTARA News) - Warga Desa Parebok, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Samuda, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng) menangkap buaya muara raksasa seberat 100 kilogram lebih dengan sepanjang 2,75 meter.

"Buaya tersebut kami temukan di sebuah selokan dalam keadaan hidup dekat pemukiman penduduk pada Kamis (31/5) malam sekitar pukul 22.00 WIB," kata Gajali Rahman alias Jali Beruang (35), Jumat.

Kabar penemuan buaya masuk ke permukiman penduduk tersebut langsung menyebar ke seluruh desa yang berada di sekitar tepian muara sungai Mentaya.

Para warga akhirnya beramai-ramai berupaya menangkap buaya tersebut sebab dikhawatirkan apabila tidak segera ditangkap binatang yang termasuk katagori hewan raksasa dan buas tersebut bisa membahayakan keselamatan warga.

Akibat keterbatasan pengetahuan cara untuk menjinakan hewan buasdan dilindungi seperti buaya, warga menangkapnya dengan cara sedikit anarkis.

"Warga beramai-ramai memukuli tubuh buaya tersebut, bahkan ada yang membacok kepala dan tubuhnya hingga luka," katanya.

Saat dibawa ke Samuda kondisi buaya sudah dalam keadaan lemah dan kritis, mungkin akibat pukulan dan luka bacok ditubuh dan kepalanya.

Atas kesepakatan warga Samuda binatang tersebut akhirnya disembelih dan dagingnya dibagikan kepada warga yang mau memakannya.
(ANTARA)