Rabu, 30 Juli 2014

Penanaman lahan kritis dapat kurangi potensi bencana

Jumat, 1 Juni 2012 23:57 WIB | 4.520 Views
Penanaman lahan kritis dapat kurangi potensi bencana
Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno. (FOTO ANTARA/Arif Pribadi)
Padang (ANTARA News) - Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengatakan, penanaman kembali lahan krisis terutama di kawasan pesisir pantai mampu mengurangi potensi bencana alam.

Selain itu, juga akan memberikan dampak positif bagi pelestarian alam dan pemanfaatan sumber daya bagi peningkatan ekonomi secara maksimal, katanya di Padang, Jumat.

Menurut dia, karena pentingnya pemulihan lahan kritis, maka Pemerintah Provinsi Sumbar melalui pihak-pihak terkait menjadikan upaya reboisasi lahan kritis sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah ini.

Dalam hal ini, maka selama 2011 Sumbar telah dapat mengurangi luas lahan kritis di daerahnya seluas 11.494 hektare, tambahnya.

Dengan demikian, maka hingga akhir 2011 luas areal lahan kritis di Sumbar dapat dikurangi dari 372.386 hektare pada 2010 menjadi 360.437 hektare, katanya.

Gubernur mengharapkan, pengurangan lahan kritis tersebut tidak hanya menurunkan potensi bencana alam, namun juga akan mampu memberikan dampak positif bagi pelestarian alam dan pemanfaatan sumber daya ini.

Ia menyebutkan, program penanggulangan bencana alam dan pelestarian lingkungan merupakan salah satu prioritas pembangunan Sumbar yang diarahkan pada peningkatan kemampuan daerah dalam pengurangan risiko bencana.

Kegiatan dilakukan dalam program ini antara lain penguatan kapasitas aparatur, penguatan kelembagaan masyarakat dan tersedianya tim gerak cepat untuk penanggulangan jika bencana terjadi.

Kegiatan lainnya, tersedianya sistim peringatan dini, rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana serta menjaga kelestarian dan daya dukung sumberdaya alam untuk pembangunan berkelanjutan.

Provinsi Sumbar merupakan salah satu daerah rawan bencana di Indonesia, terutama gempa bumi seperti terjadi pada 30 September 2009 dan tsunami yang melanda Kepulauan Mentawai pada 25 Oktober 2010.
(H014/S023)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga