Sabtu, 25 Oktober 2014

Askes targetkan premi Rp8 triliun

| 4.395 Views
id askes, premi asuransi, asuransi kesehatan, I Gede Subawa
Askes targetkan premi Rp8 triliun
Ilustrasi Askes (ANTARA/Grafis)
Manado (ANTARA News) - PT Askes menargetkan memperoleh pendapatan premi sebesar Rp8 triliun tahun ini.

"Pendapatan premi tersebut diharapkan diperoleh dari sekitar 16 juta jiwa peserta Askes, dengan rata-rata premi per jiwa berkisar Rp40 ribu se-bulan," kata Direktur Utama PT Askes(Persero), I Gede Subawa, di Manado, Sabtu.

I Gede mengatakan dari dengan pendapatan premi sebesar Rp8 triliun tersebut, yang diperkirakan masuk ke biaya kesehatan Rp6,5 triliun.

Dengan perkiraan tersebut, maka Askes diperkirakan mampu memperoleh laba sekitar Rp1,5 triliun pada tahun 2012 ini.

Askes, kata I Gede akan melakukan efisiensi pembiayaan sehingga biaya operasional selama setahun dapat ditekan tidak lebih Rp700 miliar.

Sebagian dari pendapatan yang akan diterima Askes akan dimasukkan sebagai cadangan dan biaya pelayanan non medis seperti bantuan kendaraan untuk pelayanan Askes, serta bina lingkungan dan lainnya.

Kendati mendorong pendapatan lebih tinggi tahun ini, tetapi Askes akan tetap fokus meningkatkan pelayanan kepada seluruh peserta Askes yang ada di seluruh daerah di Indonesia.

"Pelayanan kesehatan kepada masyarakat ukurannya pada indeks kepuasan konsumen yang akan terus kita dorong, kalau tahun lalu masih di angka 87,1 persen pada akhir tahun kita targetkan bisa mencapai 88 persen," kata I Gede.

Indeks kepuasan konsumen ini akan terus menjadi perhatian seluruh jajaran Askes sehingga diharapkan tahun depan lebih tinggi lagi yakni di angka 90 persen.

"Pencapaian angka indeks kepuasan konsumen sengaja kita minta pihak di luar Askes yang melakukan karena kita ingin angka ini benar-benar sesuai kenyataan di lapangan yang dirasakan konsumen," kata I Gede.

I Gede mengatakan, akan terus mengupayakan kinerja keuangan Askes terus membaik hingga akhir tahun ini, dan ini memungkinkan karena Askes sendiri saat ini memiliki cadangan berkisar Rp5 triliun.

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga