Senin, 20 Oktober 2014

Calo penerimaan siswa baru harus diantisipasi

| 3.614 Views
id calo penerimaan siswa, penerimaan siswa baru, sekolah medan
Medan (ANTARA News) - Pengamat pendidikan di Sumatera Utara Prof Dr Badaruddin mengatakan, praktik percaloan dalam Penerimaan Siswa Baru (PSB) Tahun Ajaran 2012-2013 di Medan harus diantisipasi sehingga tidak sampai merugikan masyarakat.

"Masyarakat jangan ada yang terpengaruh dengan berbagai bujuk rayu calo yang mengaku bisa memasukkan siswa baru ke Sekolah Menengah Atas (SMA) favorit di Kota Medan," katanya di Medan, Selasa.

Pendaftaran dan penerimaan siswa baru di SMA Negeri di Kota Medan, menurut dia, tidak perlu menggunakan jasa calo dan para orang tua silahkan saja mendaftarkan anaknya ke sekolah yang dianggap favorit, misalnya SMA Negeri 1, SMA Negeri 2, SMA Negeri 3 dan SMA Negeri 4 yang ada di ibukota Provinsi Sumatera Utara itu.

"Dalam penerimaan siswa baru itu, kemungkinan yang akan diterima nantinya, tentunya siswa yang memiliki prestasi dan nilai terbaik serta lulus tes yang diselenggarakan pihak sekolah," kata Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sumatera Utara itu.

Dia mengatakan, tidak usah dipercayai bahwa untuk masuk dan diterima di SMA tersebut, harus mengeluarkan uang yang cukup besar.

Biasanya, kalau segala persyaratan untuk masuk di SMA favorit itu, sudah terpenuhi dengan benar, baik nilai NEM, rapot dan lulus seleksi, maka siswa baru itu akan berpeluang dapat diterima.

Karena dalam kegiatan PSB tersebut, sudah ada standar dan telah ditentukan oleh masing-masing sekolah.Dan tidak mungkin dilanggar atau tidak diterapkan dengan benar.

"Kalau ada ditemukan pelanggaran dalam penerimaan siswa baru itu, maka sekolah SMA tersebut harus diberikan sanksi yang tegas atau kepala sekolahnya dicopot.Ini harus dijalankan untuk terciptanya penerimaan siswa yang benar-benar bersih, dan tidak ada permainan uang" kata dia.

Dia berharap dalam seleksi PSB itu, harus benar-benar murni dan jujur, bagi siswa yang tidak memenuhi persyaratan jangan diterima.

Selain itu, pihak sekolah juga harus berlaku tegas, dan tidak perlu memandang anak siapa yang akan masuk ke sekolah tersebut.Tidak perlu "diskriminasi" atau terjadinya perbedaan dalam seleksi PSB.

Dengan demikian, diharapkan akan tercapai tujuan pendidikan yang baik dan melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, serta harapan bangsa dan negara.

"Dalam seleksi PSB tahun ini, Dinas Pendidikan Provinsi Sumut harus tetap memantau segala perkembangan yang terjadi, dan sampai ada ditemukan praktik `jual beli` bangku untuk menerima siswa baru.Praktik seperti ini, jelas sangat memalukan bagi dunia pendidikan di Sumatera Utara," kata Badaruddin.

(M034)

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga