Kamis, 23 Oktober 2014

PPA akuisisi dua BUMN

| 2.567 Views
id akuisis bumn, bumn untung, bumn rugi deputi bumn, pandu djajanto
PPA akuisisi dua BUMN
Deputi Bidang Restrukturisasi dan Perencanaan Strategis BUMN, Pandu Djajanto. (FOTO. ANTARA)
Oleh karena itu, perseroan membutuhkan mitra strategis, selain dapat membantu menyelesaikan permasalahan keuangan juga dapat membantu permasalahan operasional dan pemasaran,"
Jakarta (ANTARA News) - Kementerian BUMN berencana melakukan divestasi PT Industri Sandang Nusantara (ISN) Persero dan PT Industri Gelas Persero kepada PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) Persero.

Saat ini pemerintah menguasai 100 saham saham ISN dan 63,82 persen saham Iglas.

Deputi Menteri BUMN Bidang Restrukturisasi dan Perencanaan Strategis, Pandu Djajanto mengatakan di Jakarta, Selasa, privatisasi ISN dilakukan karena perseroan mengalami "cash drain" sejak 2002 hingga 2012, sehingga ekuitas menjadi negatif yang mengakibatkan kesulitan modal kerja.

Pada 2011, perseroan menjual beberapa aset, revaluasi aset, pembayaran utang dan "hair cut" utang sehingga ekuitas berubah menjadi positif, katanya.

Selain itu, ISN membutuhkan pendanaan untuk investasi guna merevitalisasi atau perbaikan alat produksi, peremajaan alat produksi dan menyelesaikan kewajiban masa lalu.

"Oleh karena itu, perseroan membutuhkan mitra strategis, selain dapat membantu menyelesaikan permasalahan keuangan juga dapat membantu permasalahan operasional dan pemasaran," imbuhnya.

Pandu menargetkan divestasi ISN dapat selesai pada November 2012. Dana hasil divestasi seluruhnya masuk ke kas negara.

Sementara itu, untuk restrukturisasi dan pengembangan usaha diharapkan dapat dipenuhi oleh mitra strategis, yakni pemindahan kurang lebih 40.000 mata pintal (MP) ke Patal Secang dari unit Kerawang dan Grati yang membutuhkan dana Rp75 miliar.

Selanjutnya, pemindahan 20.000 MP Tohpati ke Patal Lawang serta pertenunan (weaving) dan "finishing air jet loom" 150 unit di Pabriteks Tegal yang membutuhkan dana Rp275 miliar, serta alat rajut 150 unit di Patal Banjaran dengan investasi Rp100 miliar.

Pada tahun ini, ISN memproyeksikan laba bersih sebesar Rp151 miliar dengan perolehan penjualan Rp93 miliar. Total aktiva diperkirakan mencapai Rp711 miliar dan kewajiban sebesar Rp301 miliar. Sedangkan ekuitas diharapkan dapat mencapai Rp410 miliar.

Pandu juga mengatakan pemerintah turut melakukan divestasi atas 63,82 persen saham Iglas kepada PPA. Sekitar 36,18 persen saham Iglas dikuasai PT BNI Persero.

Adapun pertimbangan ini diambil karena kebutuhan permodalan yang cukup besar untuk pengembangan usaha dan modal kerja, jenis usahanya kompetitif namun sulit bersaing di pasar meskipun prospek usaha masih ada, operasional sangat rendah akibat belum diperbaikinya mesin G2, serta ketidakpastian konsumer akibat pailit.

"Kami menargetkan divestasi ini sudah selesai pada kuartal IV tahun 2012," ujarnya.

Ia menambahkan dana hasil divestasi juga akan masuk ke dalam kas negara. Untuk itu, PPA dapat melakukan pendanaan guna memperbaiki struktur permodalan, pembahan investasi untuk perbaikan alat produksi dan modal kerja.

Ia mengharapkan setelah Iglas menjadi anak perusahaan PPA, akan terbuka peluang untuk dilakukannya penawaran umum saham perdana (IPO) dengan target digelar pada 2013-2014 mendatang.

Perusahaan tersebut tahun ini menargetkan perolehan penjualan sekitar Rp310 miliar dengan laba bersih Rp41 miliar. Total ekuitas diproyeksikan masih negatif Rp110 miliar.
(KR-SSB/S004)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga