Sabtu, 1 November 2014

Hatta: kestabilan nilai rupiah lebih dipentingkan

| 4.004 Views
id nilai tukar rupiah, rupiah, mata uang rupiah, menko perekonomian, hatta rajasa
Hatta: kestabilan nilai rupiah lebih dipentingkan
ilustrasi Mata Uang Rupiah. (FOTO.ANTARA News/ ferly)
Tentu saja sekarang ini kami terus mencermati perkembangan ekonomi global. Indonesia tentu tidak kedap terhadap pengaruh ekonomi global,"
Jakarta (ANTARA News) - Menteri Koordinasi Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan kestabilan nilai mata uang rupiah lebih penting untuk dijaga.

"Tentu saja sekarang ini kami terus mencermati perkembangan ekonomi global. Indonesia tentu tidak kedap terhadap pengaruh ekonomi global," kata Hatta seusai peresmian Kampoeng BNI di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, Indonesia diharap jangan terlalu optimistis terhadap perkembangan ekonomi karena bisa memacu belanja negara.

Jika pemerintah menetapkan pertumbuhan ekonomi di atas 7 persen atau 7 persen maka dikhawatirkan memacu pendapatan negara lebih tinggi.

Selain itu nilai rupiah yang terjaga di kisaran 9200 hingga 9400 per dolar AS, menurut Hatta merupakan angka yang realistis.

"Kalau lebih kuat dari itu ya lebih baik, tapi Indonesia harus realistis barangkali angka itu adalah angka yang cukup baik buat ekspektasi di 2012," jelas Hatta.

Jika nilai rupiah terlalu kuat, maka dikhawatirkan banyak impor akan masuk ke Indonesia sehingga menurut Hatta industri di Indonesia tidak akan tercipta.

Sementara jika nilai rupiah terlalu lemah, Hatta mengkhawatirkan jumlah utang negara membengkak karena kurs dan akan mengalami rugi yang lebih besar.

"Kami tidak perlu memaksakan pasar, yang penting itu tidak boleh `over value` tapi juga tidak `under value`, yang stabil saja buat kita," jelas Menko Hatta.

Nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar beberapa pekan terakhir mengalami fluktuasi akibat krisis di Yunani yang membuat ekonomi Eropa tidak stabil.

Permintaan ekspor dari Indonesia ke sejumlah negara juga mengalami gangguan akibat adanya pelambatan pertumbuhan ekonomi di sejumlah negara seperti Jepang dan Amerika Serikat.

Dalam satu pekan terakhir rupiah mencapai level Rp9.600 per dolar AS dan menjadi angka terlemah pada pekan ini.
(B019/R010)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga