Jumat, 24 Oktober 2014

Kupang kembangkan standar produksi UKM

| 2.321 Views
id Disperindag Kota Kupang, Gugus Kendali Mutu (GKm), produk UKM, Kepala dinas Disperindag Kupang, Viktor Umu Mana
Pola yang kita lakukan adalah dengan menggiatkan kelompok gugus kendali mutu (GKM) produk UKM..."

Kupang (ANTARA News) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Diseperindag) Kota Kupang mengembangkan standar produksi usaha kecil dan menengah (UKM) di wilayah itu untuk menjaga kualitas hasil produksi agar bisa terus menembus pasaran nasional maupun internasional.

"Pola yang kita lakukan adalah dengan menggiatkan kelompok gugus kendali mutu (GKM) produk UKM yang telah kita bentuk untuk mengawasi dan membina sejumlah UKM yang ada," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Kupang, Viktor Umbu Mana yang dihubungi dari Kupang, Rabu.

Dia menyebutkan, sejumlah produk UKM masyarakat yang sudah memiliki mutu baik dan telah menembus pasaran nasional bahkan internasional antara lain, abon dan dendeng sapi, dengan jumlah produksi yang cukup banyak.

Selain dua produk UKM itu, masih ada sejumlah produk lain seperti gula semut serta gula lempeng--gula padat berbentuk lempengan bundar yang dihasilkan dari air pohon lontar dan dimasak hingga mengental lalu dikeringkan--yang juga sudah menembus pasaran internasional, tetapi dari aspek jumlah masih sangat terbatas, sehingga masih terus dikembangkan jumlah produktivitasnya, sehingga bisa memenuhi permintaan di pasaran.

"Untuk gula semut dan gula lempeng sedang dalam upaya peningkatan produktivitasnya, karena mengalami peningkatan permintaan," kata Umbu Mana.

Menurut Umbu Mana, untuk gula semut dan gula lempeng, sudah dikirim ke sejumlah negara di Eropa, namun masih sangat terbatas jumlahnya, karena terkendala bahan baku.

Khusus untuk gula semut dan gula lempeng yang dibuat dari sari pohon lontar dan dimasak dalam suhu dan jangka waktu tertentu itu, terkendala bahan baku air lontar yang diproduksi sesuai musim dan sangat terbatas.

"Pohon lontar akan tidak berproduksi jika memasuki musim hujan serta pada musim kemarau jika angin kencang, inilah yang membuat jumlah produksi gula semut dan gula lempeng tidak banyak," kata Umbu Mana.

Dia mengatakan, untuk membantu menjembatani sejumlah persoalan yang berkaitan dengan penyelesaian masalah yang dialami para produsen, pemerintah melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan juga membentuk kelompok-kelompok pendamping lain selain gusu kendali mutu (GKM) di tengah masyarakat, yang juga melibatkan unsur pemerintah.

Dengan kelompok tersebut kata dia, Disperindag bisa membina dan memberikan solusi terhadap sejumlah kendala yang dialami masyarakat penghasil produksi dalam mengembangkan usahanya, untuk tetap mempertahankan mutu serta meningkatkan jumlah produktivitas agar sanggup memenuhi kebutuhan konsumen di pasaran.

"Ini harapan yang bisa dicapai oleh setiap UKM, demi keberlanjutan dan peningkatan derajat ekonomi dan kesejahteraannya," kata Umbu Mana.

(ANT)

Editor: Tasrief Tarmizi

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga