Beijing (ANTARA News) - Pemerintah China dan Rusia menyepakati 17 nota kerja sama di bidang ekonomi dan energi. China dengan kekuatan ekonominya jadi mitra Rusia yang masih unggul dalam hal militer dan ekonomi dan politik global.

Presiden China, Hu Jintao, dan koleganya, Presiden Rusia, Vladimir Putin, menandatangani 17 nota kerja sama bidang industri, pariwisata, nuklir, energi dan gas, serta investasi, di Beijing, Selasa petang.

Selain kerja sama dan hubungan kedua negara, Putin dan Hu juga membicarakan sejumlah isu internasional, di antaranya nuklir Iran dan kisruh politik di Suriah.

Nota kerja sama di tingkat kementerian kedua negara juga dilaksanakan, disaksikan Putin dan Hu, di tempat sama.

"Dengan pertumbuhan ekonomi kedua negara yang cukup menjanjikan, kami sepakat terus meningkatkan kerja sama ekonomi saling menguntungkan kedua negara," kata Hu dalam keterangan pers bersama Putin.

Hu menegaskan Rusia satu mitra penting kebijakan luar negeri China. Rusia dan China sama-sama tidak setuju atas "ajakan" Amerika Serikat dan Perancis menerjunkan kekuatan multilateral menengahi konflik berdarah di Suriah.

Putin dijadwalkan menghadiri KTT ke-12 Shanghai Cooperation Organization (SCO), beranggotakan Rusia, Kazakstan, Kyrgyzstan, Tajikistan, Uzbekistan dan China, dua hari ke depan.

(R018)