Subang (ANTARA News) - Unicef dan British Council ikut membantu pembinaan olahraga untuk anak-anak usia dini di Indonesia dengan menyelenggarakan pelatihan bagi guru tingkat sekolah dasar di empat kota di Tanah Air.

Annisa Elok Budiyani, HIV/AIDS & Adolescent Development Officer Unicef perwakilan Indonesia di Subang, Jawa Barat, Rabu, mengatakan program yang bekerja sama dengan Kementrian Pemuda dan Olahraga tersebut merupakan bagian dari program "Internasional Inspiration" dalam rangka menghadapi Olimpiade London 2012.

"Dalam program ini, ada empat daerah percontohan, yaitu Jakarta Barat, Kabupaten Subang, Pasuruan dan Kabupaten Bone, Sulawesi. Kami menilai keempat daerah tersebut memiliki karakteristik yang berbeda," katanya.

Untuk Kabupaten Subang, pelatihan dengan instruktur asal Malaysia melibatkan 25 guru yang berasal dari sembilan sekolah luar biasa.

Menurut Annisa, program tersebut secara keseluruhan diselenggarakan di 20 negara dengan melibatkan 12 juta anak, dan angka tersebut diambil sesuai dengan tahun penyelenggaraan Olimpiade London, yaitu 2012," kata Annisa.

Lebih jauh Annisa yang didampingi Mia Annisa, manajer program British Council Indonesia mengatakan, program yang sudah dimulai sejak 2010 tersebut memang tidak difokuskan kepada kegiatan olahraga prestasi, tapi lebih kepada pengembangan kapasitas gerak anak-anak, seperti keseimbangan, gerakan dan kelenturan.

Sementara itu Asisten Deputi Bidang Pengembangan Penghargaan dan Promosi dari Kemenpora mengatakan bahwa ia menyambut baik program tersebut karena sejalan dengan program pemerintah untuk meningkatkan kebugaran anak-anak.

"Kita perlu mengubah pola pikir masyarakat yang beranggapan dan kegiatan olahraga itu selalui mengacu kepada prestasi, sehingga banyak yang lupa bahwa prestasi olahraga berawal dari kondisi bugar sejak usia dini," kata Yuni yang didampingi Kepala Bidang Alman Hudri dan Syamsudin.

Menurut Yuni, program tersebut juga lebih menitik beratkan pengenalan konsep olahraga dan filosofinya dan kalau anak-anak sudah punya keseimbangan serta gerakan yang bagus, maka mereka bisa melakukan olahraga apa saja.

Wasdi, guru SLB Negeri Subang, salah satu peserta pelatihan mengakui bahwa ia mendapat banyak manfaat dari pelatihan tersebut karena ia tidak hanya mendapatkan wawasan yang lebih luas soal pengajaran kegiatan olahraga, tapi juga belajar untuk merancang alat peraga dengan kreasi sendiri.

"Dengan konsep yang sederhana, kami membuat alat-alat peraga untuk latihan yang menarik untuk anak-anak. Semua program dijalankan secara efektif dan efisien," kata Wasdi.

(ANT)