Jakarta (ANTARA News) - Mata uang rupiah terhadap dolar AS bergerak menguat sebesar 110 poin pada Kamis pagi dipicu dari Bank Indonesia (BI) yang masih mengintervensi pergerakkan nilai tukar domestik di pasar.

Nilai tukar mata uang rupiah yang ditransaksi antarbank di Jakarta Kamis pagi bergerak menguat 110 poin menjadi Rp9.350 dibanding sebelumnya di posisi Rp9.460 per dolar AS.

"Intervensi yang dilakukan BI merupakan salah satu faktor pendorong nilai tukar dalam negeri menguat terhadap dolar AS," kata pengamat pasar uang Monex Investindo Futures Johanes Ginting di Jakarta, Kamis.

Ia menambahkan, penguatan juga terjadi pada mata uang Asia lainnya. Euro juga mampu berbalik mendominasi dolar AS paska Bank Sentral Eropa (ECB) mempertahankan tingkat suku bunga di posisi satu persen.

"Dalam pengumuman kebijakan bulanan, ECB masih mempertahankan suku bunga utama pada level satu persen seraya menolak tekanan internasional untuk memberikan dukungan lebih banyak bagi perekonomian zona Euro yang tengah terguncang," kata dia.

Meski demikian, lanjut dia, prospek Euro untuk jangka menengah masih tampak suram seiring berkembangnya kekhawatiran bahwa Spanyol pada akhirnya akan meminta bantuan internasional untuk meredakan tekanan pada sektor perbankan.
(ANT)