Jambi (ANTARA News) - Sekretaris Daerah Kota Jambi, Provinsi Jambi, Daru Pratomo mengatakan salah satu sebab utama daerah tersebut meraih penghargaan piagam Adipura atas upaya meningkatkan kualitas lingkungan dari Menteri Lingkungan Hidup adalah masih terjaganya hutan kota dengan baik.

"Keberadaan hutan kota Jambi yang maih terjaga dengan baik memiliki poin terbesar dalam penilaian lingkungan hidup, sehingga kami mendapat piagam Adipura ini," katanya hari ini.

Menurut dia, hutan yang terletak di kawasan Kotabaru, Kota Jambi, tersebut merupakan paru-paru kota yang masih terus terjaga hingga hari ini, bahkan keberadaan hutan itu menjadi daerah hijau terbuka yang terus diperluas.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kota Jambi, Harlik menyatakan selama penilaian kualitas hutan kota sejak beberapa tahun lalu, hutan kota Jambi selalu menperoleh angka tertinggi, mengalahkan komponen lain yang termasuk dalam penilaian oleh Kementrian Lingkungan Hidup.

"Keberadaan hutan kota merupakan komponen penilaian Adipura yang sangat menentukan. Dalam beberapa kali penilaian khusus hutan kota, angkanya selalu mencapai poin 98," ujarnya.

Ke depan, pihaknya akan terus berupaya meningkatkan dan memperluas hutan kota atau ruang terbuka hijau di daerah perkotaan. Bahkan, pada 2013 mendatang, pemerintah kota akan membebaskan lahan sekitar 20 hingga 25 hektare lagi.

Diakui oleh Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Jambi, Muklish A Muis, walau saat ini ruang terbuka hijau milik pemerintah kota baru mencapai 20 persen dari luas kota, namun secara umum ruang terbuka hijau yang ada di Kota Jambi di atas 30 persen. Sebab masih banyak lahan-lahan perkebunan milik warga yang terus terjaga.

"Di Kota ini, masih kita jumpai hutan karet yang terbentang luas. Keberadaan perkebunan ini membantu kualitas lingkungan hidup di Jambi," katanya.
(M009)