Jumat, 29 Agustus 2014

IOA : hindarkan olahraga dari campur tangan politik

Kamis, 7 Juni 2012 18:04 WIB | 2.530 Views
Jakarta (ANTARA News) - Ketua Indonesia Olympian Association (IOA) Purnomo mengatakan dunia olahraga Indonesia seyogyanya tidak dicampuri kepentingan politik di dalam kepengurusannya.

"Saya bilang kepada bos-bos di atas, jangan campuri olahraga dengan politik. Di olahraga itu, ... ada menang dan ada kalah. Setelah kalah, bersalaman dan selesai dengan tidak ada dendam. Kalau ingin maju, biarkanlah dunia olahraga berjalan seperti apa adanya," kata Purnomo ketika ditemui dalam acara Indonesia Menuju London 2012 Olympic Games, di Jakarta, Kamis.

Purnomo sangat menyayangkan tindakan sejumlah oknum yang menggunakan olahraga sebagai kendaraan politik.

"Kita punya banyak orang pintar di bidang olahraga. Orang yang tidak ahli di bidang olahraga sebaiknya jangan masuk ke sana. Sekarang terbalik situasinya, politikus jadi manager, bahkan ada yang turun membawa obor olimpiade," kata Purnomo.

Salah satu yang menjadi perhatian Purnomo adalah muatan politik sudah masuk ke kepengurusan sejumlah induk cabang olahraga Indonesia sehingga tidak jarang terjadi polemik di dalam tubuh organisasi tersebut. Hal itu sangat berdampak terhadap perkembangan prestasi atlet ke depannya.

"Ibarat dalam berumah-tangga, rumah tangga yang cerai berai itu pasti akan berpengaruh ke anak-anaknya juga. Hal itu sama dengan organisasi. Kalau di atasnya ribut terus, akan berdampak ke atletnya," kata mantan sprinter andalan Indonesia untuk nomer 100 meter tersebut.

Purnomo mengatakan, tanggung jawab utama pemerintah di bidang olahraga adalah menyediakan dana dan menentukan kebijakan. Sementara masing-masing cabang olahraga sudah mempunyai aturan internasional yang tidak boleh diintervensi.

"Untuk masalah prestasi, sebaiknya diserahkan kepada orang-orang yang berkompeten di bidang olahraga.... Mereka jika disuruh bekerja di bidang olahraga pasti berusaha semaksimal mungkin, dan ibaratnya tidak dibayar juga mereka mau," kata Purnomo.

Dalam kesempatan yang sama, mantan atlet renang Indonesia Richard Sam Bera memandang intrik yang terjadi di kepengurusan sejumlah induk cabang olahraga telah membuat arah organisasi melenceng dari tujuan utama yaitu mengembangkan olahraga nasional.

"Mudah-mudahan posisi penting di organisasi olahraga bisa ditempati oleh orang yang berkompeten supaya mereka bisa memberikan sumbangsih pemikiran untuk kemajuan olahraga nasional, dan apapun yang dipolitisir itu akan rusak nantinya," kata Richard.

Sementara mantan bintang tenis Indonesia Yayuk Basuki mengatakan, dunia olahraga sangat terbuka terhadap masukan dan kritik untuk membangun. Namun dibutuhkan pula sosok yang mempunyai kapasitas kepemimpinan dan manajemen yang baik guna membangun sistem yang baik untuk membangun prestasi olahraga nasional.

"Sudah waktunya mencari pemimpin yang tepat, dalam arti, olahraga adalah darah dagingnya," kata Yayuk.

(A059) 

Editor: Fitri Supratiwi

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga