Jakarta (ANTARA News) - PSSI, Indonesia Super League (ISL) dan KPSI mencapai sebuah kesepakatan damai yang ditandatangani di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis.

Kesepakatan damai ini dimediasi Tim Task Force AFC yang dipimpin Wakil Ketua AFC HRH Pangeran Abdullah Ibni Sultan Ahmad Shah dan Anggota Exco FIFA Worawi Makudi, Sekjan AFC Dato` Alex Soosay, Direktur Pengembangan Asosiasi FIFA Thierry Regenass, dan Direktur Pengembangan dan hubungan Internasional/Asosiasi, James Johnson, serta FIFA Manager of MAs, Marco Leal.

Sebagai bagian dari MoU, dikutip dari situs resmi AFC, Kamis, menyebutkan Komite gabungan PSSI akan dibentuk untuk membuat liga sepak bola profesional tingkat teratas yang baru.

Komite ini akan bekerjasama dengan FIFA dan AFC untuk meninjau statuta dan permasalahan asosiasi lainnya. Empat anggota Komite Eksekutif PSSI dipecat akan dipulihkan.

MoU ini merupakan terobosan penting pertama untuk sepak bola dalam beberapa kali setelah FIFA dan AFC menyatakan keprihatinan serius mereka atas bagaimana Liga separatis dan KPSI yang mempengaruhi permainan dan meminta semua kelompok untuk menemukan kesamaan.

AFC Task Force dibentuk untuk membantu menengahi perundingan antar-kelompok.

Dalam Mou itu juga disepakati bahwa kompetisi ISL tetap bergulir dan akan akan berada di bawah pengawasan PSSI sementara KPSI tidak akan bertindak sebagai otoritas sepak bola.

Pangeran Abdullah berterima kasih kepada semua pihak atas semangat mencari kesepakatan, hingga terlaksananya penandatangan MoU tersebut.