Minggu, 26 Oktober 2014

Euro melemah di perdagangan Asia

| 2.985 Views
id mata uang euro, melemah di asia
Euro melemah di perdagangan Asia
Mata Uang Euro. (Euro/ilustrasi)
Tokyo (ANTARA News) - Kurs euro melemah di perdagangan Asia pada Jumat, setelah harapan pelonggaran kebijakan AS untuk mendorong perekonomian terbesar di dunia itu pupus, sementara penurunan peringkat kredit Spanyol berdampak terbatas pada unit mata uang tunggal.

Euro diambil 1,2519 dolar dan 99,33 yen dalam perdagangan sore di Tokyo, turun dari 1,2561 dolar dan 100,01 yen pada Kamis malam di New York.

Dolar dibeli 79,33 yen terhadap 79,58 yen di New York, karena Jepang merevisi naik ngka pertumbuhan ekonomi Januari sampai Maret, tetapi memperingatkan bahwa melonjaknya biaya energi berdampak buruk.

Ketua The Fed Ben Bernanke, dalam kesaksiannya di Kongres pada Kamis, cukup optimis tentang pertumbuhan "moderat" di AS dan tidak memberikan isyarat langkah-langkah stimulus baru.

Juga pada Kamis, China untuk pertama kalinya menurunkan tingkat suku bunga dalam lebih dari tiga tahun, menggarisbawahi kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi nomor dua di dunia tersebut.

"Daripada menjadi antusias tentang pelonggaran China, pasar menyadari garis tipis langkah-langkah China, dan khawatir tentang betapa lemahnya perekonomian," kata National Australia Bank dalam sebuah catatan.

"Ini tidak memungkinkan sebuah risiko reli karena pelonggaran China, tetapi lebih hati-hati sebagai gantinya."

Kemajuan Eropa pada penyelesaian krisis fiskal tidak terjadi secepatnya yang pasar inginkan di tengah meningkatnya seruan internasional untuk tindakan, kata bank, menambahkan bahwa pertemuan puncak akhir bulan ini bisa terbukti "mengecewakan".

Kekhawatiran zona euro meningkat karena Fitch Ratings pada Kamis memangkas peringkat utanga negara Spanyol, mengutip menggelembungnya perkiraan biaya krisis perbankan, menjamurnya utang dan resesi mendalam.

Kenaikan tipis yen pada Jumat terjadi karena Tokyo mengatakan ekonomi Jepang tumbuh sebesar 1,2 persen pada kuartal Januari-Maret, naik dari semula 1,0 persen.

Dalam data terpisah, transaksi berjalan Jepang, ukuran terluas dari perdagangan dengan seluruh dunia, menyusut 21,2 persen secara tahunan pada April menjadi surplus 333,8 miliar yen (4,2 miliar dolar AS), karena melonjaknya biaya energi setelah krisis atom tahun lalu.

Dolar menguat terhadap mata uang Asia lainnya.

Unit ini naik menjadi 1.174,40 won Korea Selatan dari 1.170,55 won pada Kamis, menjadi 29,92 dolar Taiwan dari 29,86 dolar Taiwan dan menjadi 43,22 peso Filipina dari 43,11 peso.

Greenback juga menguat ke 1,2824 dolar Singapura dari 1,2758 dolar Singapura, menjadi 31,79 baht Thailand dari 31,46 baht dan menjadi 9.418,00 rupiah Indonesia dari 9.388,00 rupiah.

Yuan China diperdagangkan pada 12,45 yen, hampir datar terhadap 12,47 yen, demikian AFP.
(A026/A023)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Top News
Baca Juga