Minggu, 26 Oktober 2014

Rusia: abaikan peran Iran di Suriah tidak bijaksana

| 5.872 Views
id krisis suriah, peran iran, menlu rusia, Sergei Lavrov
Rusia: abaikan peran Iran di Suriah tidak bijaksana
Sergei Lavrov (blogs.reuters.com)
Kami ingin pertemuan ini efektif,"
Moskow (ANTARA News) - Rusia, yang mendorong bagi satu konferensi mengenai Suriah dengan mengikut sertakan Iran, kendatipun mendapat protes Amerika Serikat, Sabtu, mengatakan, mengabaikan peran Teheran dalam proses itu adalah "tidak bijaksana".

"Kami ingin pertemuan ini efektif," kata Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov.

"Dengan mengatakan Iran tidak punya tempat karena telah disalahkan dalam berbagai masalah dan adalah bagian dari masalah itu dan tidak merupakan bagian dari solusi itu, adalah tidak bijaksana dari sudut pandang diplomasi serius."

Pemerintah Iran adalah salah satu dari sejumlah sahabat yang paling penting Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Susan Rice, Dubes AS untuk PBB menyebut Iran satu "perusak" dan mengatakan negara itu adalah "bagian dari masalah di Suriah".

AS menuduh Iran mempersenjatai pasukan Bashar.

Rusia mengatakan pertemuan yang direnanakannya mengenai Suriah itu akan mengikut sertakan semua negara penting yang punya peran dan diperlukan untuk mengatasi perbedaan-perbedaan tentang bagaimana untuk melaksanakan rencana perdamaian yang ditengahi utusan PBB-Liga Arab Kofi Annan itu.

Moskow ingin melakukan konferensi itu "secepat mungkin", kata Lavrov.

Ia mengatakan negara-negara harus melepaskan perbedaan--perbedaan ideologi untuk menyelesaikan krisis Suriah, dan ia menyarankan AS harus berbuat seperti itu menyangkut Iran.

"Amerika pragmatis. Apabila mereka inginkan, mereka tidak mencurahkan perhatian pada masalah-masalah ideologi," kata Lavrov. "Ini adalah pragmatisme.Itu hanya diperlukan dalam kebijakan luar negeri. Kita berbicara soal menyelamatkan nyawa orang."

Lavrov mengakui bahwa rencana perdamaian Annan" telah mulai tersendat-sendat," dan menambahkan akan tetapi "kita tidak melihat satu alternatif untuk pelaksnaan rencana ini."

Para diplomat Jumat mengatakan Inggris, Prancis dan Amerika Serikat akan segera menyusun satu resolusi Dewan Keamanan PBB yang mengusulkan sanksi-sanksi terhadap Suriah atas konflik yang memburuk yang terlihat dalam pembunuhan pekan ini.

Setidaknya 55 orang tewas dalam serangan Rabu di desa Al-Kubeir, kata satu kelompok hak asasi Suriah.

Para pejabat AS yakin pasukan pemerintah Suriah dan sekutunya berada dibelakang serangan terhadap desa Sunni yang banyak dihuni kelompok Alawi yang setia pada Bashar.

Tetapi Rusia kembali menegaskan penentangannya bagi penggunaan kekuatan militer.

"Kami tidak akan menyetujui penggunaan kekuatan militer dalam resolusi Dewan Keamanan PBB," kata Lavrov, demikian AFP.
(H-RN/Z002)

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga