Rabu, 3 September 2014

Mampukah Daud Yordan menyamai prestasi Chris John?

Minggu, 10 Juni 2012 01:11 WIB | 7.352 Views
Mampukah Daud Yordan menyamai prestasi Chris John?
Petinju Indonesia asal Kalbar, Daud Cino Yordan (kiri) bersama Pelatihnya, Damianus Yordan (kanan) memegang sabuk juara dunia kelas bulu versi International Boxing Organization (IBO), setelah menang KO pada ronde kedua atas Petinju Filipina, Lorenzo Villanueva di Marina Bay Sands, Singapura pada Sabtu (5/5). (FOTO ANTARA/Victor Fidelis Sentosa)
Semarang (ANTARA News) - Indonesia masih memiliki kebanggaan di dunia olahraga tinju internasional, ketika cabang olahraga bulu tangkis yang selama ini identik dengan prestasi Indonesia, sedang terpuruk.

Cabang olahraga tinju terutama profesional masih bisa menjadi kebanggaan Bangsa Indonesia di dunia internasional karena sekarang "kita" memiliki dua juara dunia pada dua badan tinju dunia yang berbeda.

Pertama adalah Chris John yang sudah memegang gelar juara dunia sejak 2003 setelah melakukan pertarungan ad-interim melawan petinju Colombia, Oscar Leon di Bali sembilan tahun silam. Dan kini, petinju dengan rekor bertarung 47 kali menang (22 di antaranya dengan KO) dan dua kali seri tersebut berhasil memegang gelar Super Champion kelas bulu WBA.

Bahkan, petinju dengan julukan The Dragon tersebut sudah 16 kali mempertahankan gelarnya, dan yang terakhir saat menang dengan angka mutlak atas petinju Jepang Shonji Kimora di Marina Bay Sands Singapura, 5 Mei 2012.

Kemudian juara dunia kedua yang dimiliki Indonesia sekarang adalah Daud "Cino" Yordan.

Petinju Sasana Kayong Utara Kalimantan Barat tersebut berhasil menjadi juara dunia kelas bulu IBO setelah menang KO pada ronde kedua melawan petinju Filipina Lorenzo Villanueva, juga di Singapura, 5 Mei 2012.

Kedua petinju itu hampir memiliki kesamaan saat menjadi juara dunia, yaitu mereka sama-sama menjadi juara dunia saat usianya 24 tahun. Chris John yang kelahiran Jakarta, 14 September 1979 menjadi juara dunia kelas bulu WBA pada usia 24 tahun (2003).

Sementara itu Daud Yordan yang kelahiran Ketapang, Pontianak, Kalimantan Barat, 10 Juni 1987 tersebut saat mengalahkah Lorenzo Villanueva untuk menjadi juara dunia kelas bulu IBO, juga usianya 24 tahun.

Memang, keduanya pernah beradu di atas ring di Jakarta, 17 April 2011. Saat itu Daud Yordan yang sekarang memiliki rekor bertarung 29 kali menang (23 di antaranya dengan KO) dan dua kali kalah tersebut bertindak sebagai penantang, sedangkan Chris John sebagai juara bertahan.

Pada pertarungan yang digelar di Jakarta International Expo tersebut, Daud Yordan harus mengakui keunggulan seniornya Chris John dengan angka 112-116, 112-116, dan 111-117.

Dari sisi jumlah pertarungan memang banyak Chris John karena usia Chris John sekarang ini mendekati 33 tahun (rekor bertarung 47 kali menang, 22 di antaranya dengan KO, dan dua kali seri), sedangkan Daud Yordan yang sekarang usianya 24 tahun rekor bertarungnya juga cukup menjanjikan yaitu 29 kali menang (23 di antaranya dengan KO) dan dua kali kalah (kekalahan yang diderita dari Chris John dan juara dunia kelas bulu WBA sekarang ini Calestino Caballero dari Panama).

Tetapi melihat usia Daud Yordan yang masih muda, kemungkinan untuk bisa menyamai prestasi Chris John memang terbuka lebar. Kedua petinju ini sekarang sama-sama di bawah naungan promotor yang sama yaitu Mahkota Promotion milik Raja Sapta Oktohari.


Siap Pertahankan Gelar

Juara dunia kelas bulu IBO Daud Yordan menyatakan kesiapannya untuk mempertahankan gelarnya di mana saja. "Saya siap mempertahankan gelar di mana saja, tidak hanya di Indonesia tetapi main di luar negeri juga tidak masalah," katanya.

Menurut dia, semuanya tergantung pada promotornya. "Mau main di Indonesia siap, di luar negeri juga siap," kata petinju yang mengalahkan Lorenzo Vilanueva (Filipina) dengan KO di ronde kedua di Singapura beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan, usai merebut gelar juara dunia ini, dirinya tetap menjalani latihan. "Saya tetap latihan terus untuk menjaga kebugaran badan saya," katanya.

Saat ini juara dunia kelas bulu IBO Daud Yordan ingin naik ring secepatnya untuk mempertahankan gelarnya.

"Rasanya saya sudah haus untuk bertarung lagi, makanya saya ingin secepatnya main lagi," katanya.

Ketika ditanya targetnya setelah memegang gelar juara dunia kelas bulu IBO, Daud Yordan mengatakan, semuanya tergantung pada promotor saja.

"Saya ke mana saja arahnya tidak masalah. Yang jelas keinginan pribadi saya sekarang ini adalah bertarung secepatnya," kata petinju Sasana Kayong Utara tersebut.

Daud Yordan yang sekarang dilatih kakaknya sendiri Damianus Yordan dijadwalkan kembali naik ring pada akhir Juli 2012.

"Kami sudah berbicara kepada Daud Yordan agar bersiap-siap untuk naik ring tiga bulan mendatang, yaitu akhir Juli 2012," kata Manager Project dari Mahkota Promotion, Wahju Prasetyo.

Kalau soal lawan maupun tempat pertarungan, kata dia, belum ditentukan. "Kami hanya meminta Daud Yordan bersiap untuk pertarungan mempertahankan gelar tiga bulan mendatang," katanya.  (H015/KWR)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga