Sabtu, 1 November 2014

Pacquiao serahkan gelar juara ke Bradley

| 12.468 Views
id Manny Pacquiao, Bradley
Pacquiao serahkan gelar juara ke Bradley
Manny Pacquiao (kiri) berpose dengan Timothy Bradley Jr. (kanan) sebelum pertandingan.(REUTERS/Bret Hartman)
Saya telah lakukan yang terbaik, namun usaha terbaik saya belum cukup."
Las Vegas (ANTARA News) - Petinju Filipina, Manny "Pac Man" Pacquiao, dikejutkan dengan hasil pertandingan yang mengharuskan dia menyerahkan gelar juara kelas welter WBO miliknya ke petinju Amerika Serikat (AS), Timothy Bradley, di MGM Grand Garden Arena, Sabtu waktu setempat (Minggu WIB).

Di akhir pertandingan, Juri Jerry Roth mencatat angka 115-113 untuk Pacquiao, sementara Juri CJ Ross dengan 115-113 untuk Bradley dan Juri Duane Ford dengan 115-113 untuk Bradley, yang kemudian disambut olokan dari para penonton karena dalam 12 ronde pertandingan tersebut Pacquiao tampil mendominasi.

Hasil itu merupakan kekalahan pertama Pacquiao sejak kalah dari Erick Morales di Las Vegas pada 2005 sehingga patahlah rekor 15 kemenangan berturut-turut juara dunia delapan kelas tersebut.

Timothy "Desert Storm" Bradley memperbaiki catatan pertandingannya dengan 29 kemenangan dan tidak pernah kalah, dengan 12 kali KO, sementara catatan Pacquiao tercoreng menjadi 54-4-2 dengan 38 menang KO.

"Saya menerima hasil ini. Saya menghormati para juri, saya tidak bisa menyalahkan mereka. Saya bersyukur kepada Tuhan. Saya telah lakukan yang terbaik, namun usaha terbaik saya belum cukup," kata Pacquiao setelah pertandingan.

Ditanya apakah dia seharusnya memenangi pertandingan tersebut, Pacquiao menjawab, "Seharusnya, iya." Para penonton pun bersorak menyambutnya.

"Pertandingan tadi sangat bagus dan kompetitif. Setiap ronde berlangsung sangat ketat. Pacquiao unggul di beberapa ronde awal. Saya mengendalikan ronde-ronde berikutnya dengan jab. Saya harus pulang dan melihat ulang rekaman pertandingan," kata Bradley.

Ia menimpali, "Dia pemukul yang kuat. Pukulan dia mengenai saya beberapa kali di pertandingan, tapi saya bertahan dan bertarung hingga akhir. Ini lah tinju."

Pacquiao --yang pada malam harinya menonton pertandingan tim bola basket NBA favoritnya, Boston Celtic, yang kalah dari Miami Heat di final Eastern Conference-- pada awal pertandingan membuat Bradley kewalahan.

Bradley melayangkan beberapa jab ke badan Pac Man sebelum petinju Filipina tersebut mendaratkan tiga pukulan keras dengan tangan kirinya ke kepala Bradley.

Disaksikan sekitar 16.000 penonton, termasuk mantan juara dunia kelas berat Mike Tyson, Pacquiao terus mendominasi pertandingan dengan tangan kirinya dan melakukan pukulan kombinasi di ronde ketiga.

Saat para penonton meneriak-neriakkan namanya, Pacquiao menghajar Bradley dengan sederetan pukulan yang mengarah ke badan dan jab ke kepala, namun Bradley bisa bertahan dari gempuran tersebut.

Pacquiao terus menekan di ronde kelima, menggempur Bradley dengan pukulan-pukulan cepat dari serangan baliknya dan menghentak kepala Bradley dengan sebuah hook kiri setelahnya.

Di ronde enam, sang Filipino memojokkan Bradley di sisi ring dengan dengan rentetan pukulan di badan dan diselingin dengan hook kanan.

Walaupun Bradley membalas di ronde tujuh, namun tenaga dan kecepatan Pacquiao terbukti tetap unggul dengan beberapa pukulan didaratkan ke petinju AS itu.

Pacquiao terkena tandukan kepala Bradley di ronde delapan, namun dia tetap terkendali dan beberapa kali tersenyum saat pukulan Bradley melebar.

Bradley mendapatkan permainan terbaiknya di ronde 10 ketika Pacquiao tampak bermain santai, namun si Filipino kembali menyerang dengan pukulan telaknya di ronde 11.
(Uu.A059/A016)

Editor: Priyambodo RH

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga