Selasa, 23 September 2014

Tiga orang tewas dalam serangan di gereja Nigeria

Senin, 11 Juni 2012 00:50 WIB | 4.646 Views
Tiga orang tewas dalam serangan di gereja Nigeria
Garis batas keamanan melingkupi tempat kejadian ledakan bom di gereja katolik St. Theresa (latar belakang) di Madalia, Suleja, di luar ibu kota Nigeria, Abuja, Minggu (25/12). Kelompok militan Islam Boko Haram mengatakan mereka telah menanam bom yang meledak pada hari Natal di sejumlah gereja di Nigeria, yang salah satunya menewaskan 27 orang di daerah pinggiran ibu kota. (REUTERS/Afolabi Sotunde)
Jos, Nigeria (ANTARA News) - Seorang penyerang bom bunuh diri menabrakkan mobilnya ke sebuah gereja di Nigeria tengah, sementara orang-orang bersenjata melepaskan tembakan ke sebuah gereja lain di wilayah timurlaut, Minggu, menewaskan sedikitnya tiga orang dan mencederai puluhan, kata sejumlah pejabat.

Serangan-serangan itu merupakan yang terakhir dari serangkaian kekerasan dengan sasaran gereja di Nigeria, negara berpenduduk paling padat dan produsen terbesar minyak di Afrika.

Banyak dari serangan-serangan sebelumnya diklaim oleh kelompok garis keras Boko Haram.

Sejumlah saksi dan seorang petugas penyelamat mengatakan, penyerang bom bunuh diri mengemudikan mobilnya ke arah sebuah gereja di kota Jos, Nigeria tengah. Meski ia tidak berhasil mencapai gereja tersebut, kekuatan ledakan dari bom mobilnya mengakibatkan bangunan itu roboh, kata polisi.

"Empatpuluh-satu orang cedera, penyerang bom itu dan dua orang lain tewas... Korban-korban cedera dirawat di Rumah Sakit Evangel, Jos," kata juru bicara pemerintah daerah Pam Ayuba kepada AFP.

Seorang wartawan di daerah itu mengatakan, pemuda-pemuda Kristen menyerang muslim setempat setelah pemboman tersebut.

Serangan kedua menewaskan sedikitnya satu orang dan mencederai beberapa lain, ketika orang-orang bersenjata melepaskan tembakan selama misa gereja di kota Biu, kata Samson Bukar, ketua Perhimpinan Kristiani Lokal Nigeria, kepada AFP.

Jumat, seorang penyerang bunuh diri menabrakkan mobilnya yang berisi bom ke pintu gerbang kantor polisi di negara bagian Borno, Nigeria timurlaut, menewaskan empat orang, termasuk seorang polisi, dan mencederai tujuh lain, kata polisi.

Serangan itu dilakukan setelah pasukan Nigeria pada Selasa menembak mati 16 militan Boko Haram di kota Maiduguri, dalam operasi yang biasanya menyulut pembalasan dari kelompok tersebut.

Maiduguri merupakan daerah pusat kekerasan Boko Haram, yang merenggut lebih dari 1.000 jiwa sejak pertengahan 2009. Masjid dan markas kelompok tersebut berada di sana sampai dihancurkan oleh militer dalam ofensif pada 2009.

Juga Selasa di Kano, Nigeria utara, orang-orang bersenjata menembak mati seorang mantan deputi kepala kepolisian Nigeria, supirnya dan seorang pengawalnya, kata polisi.

Mantan Deputi Inspektur Jendral Polisi Abubakar Saleh Ningi, yang dipaksa mengundurkan diri pada Januari bersama kepala kepolisian Nigeria dan seluruh deputi lain, ditembak mati oleh dua orang bersenjata yang naik sepeda-motor, kata polisi.

Polisi menolak menyebutkan tersangka dalam penembakan itu.

Kekerasan meningkat di Nigeria sejak serangan-serangan menewaskan puluhan orang selama perayaan Natal 2011 yang diklaim oleh kelompok muslim garis keras Boko Haram.

Kano, kota berpenduduk sekitar 10 juta orang di Nigeria utara, merupakan wilayah yang terpukul paling parah dalam kekerasan itu.

Rangkaian pemboman dan penembakan melanda Kano setelah sholat Jumat (20/1), menewaskan 185 orang, dalam serangan-serangan yang diklaim oleh Boko Haram yang ditujukan pada markas polisi dan kantor-kantor polisi lain, sebuah bangunan kepolisian dan kantor imigrasi.

Penembakan juga terjadi di sejumlah daerah kota itu, yang sejauh ini luput dari kekerasan terburuk selama beberapa bulan ini yang dituduhkan pada kelompok muslim garis keras tersebut.

Satu sumber kepolisian Nigeria mengatakan kepada AFP, Kamis (26/1), sekitar 200 orang ditangkap setelah serangan itu.

Sehari sebelumnya, Rabu (25/1), Presiden Nigeria Goodluck Jonathan, yang dituduh gagal mengendalikan kekerasan kelompok militan, mencopot kepala kepolisian dengan mengatakan, tokoh baru diperlukan untuk memimpin lembaga itu.

Jonathan mengangkat Mohammed D. Abubakar untuk menggantikan Hafiz Ringim, "sebagai langkah pertama ke arah reorganisasi luas dan reposisi pasukan kepolisian Nigeria untuk membuatnya lebih efektif dan mampu memenuhi tantangan keamanan internal yang muncul", kata kantor presiden dalam sebuah pernyataan.

Ringim dicopot bersama enam asistennya ketika negara itu diguncang gelombang serangan bom dan penembakan oleh kelompok muslim garis keras Boko Haram di kota terbesar kedua Kano yang menewaskan sedikitnya 185 orang.

Serangan-serangan itu merupakan operasi paling mematikan oleh kelompok tersebut dan ditujukan terutama pada kantor polisi.

Boko Haram mengklaim puluhan serangan di Nigeria, termasuk pemboman bunuh diri pada Agustus di markas PBB di Abuja yang menewaskan sedikitnya 24 orang.

Serangkaian serangan bom di kota Jos, Nigeria tengah, pada Malam Natal 2010 juga diklaim oleh Boko Haram.

Boko Haram meluncurkan aksi kekerasan pada 2009 yang ditumpas secara brutal oleh militer yang menewaskan sekitar 800 orang dan menghancurkan masjid serta markas mereka di kota Maiduguri, Nigeria timurlaut.

Kelompok itu tidak aktif selama sekitar satu tahun dan kemudian muncul lagi pada 2010 dengan serangkaian pembunuhan.

Penduduk Nigeria yang berjumlah lebih dari 160 juta orang terpecah di wilayah utara yang sebagian besar Muslim dan wilayah selatan yang umumnya Kristen. (M014)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga