Minggu, 26 Oktober 2014

Produk pasar modal perlu ditambah

| 3.042 Views
id nurhaida, komisioner ojk, otoritas jasa keuangan, uji kelayakan
Produk pasar modal perlu ditambah
Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) Nurhaida. (ANTARA)
Jakarta (ANTARA News) - Salah satu calon anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK-OJK) Nurhaida mengatakan bahwa jenis produk yang ada di pasar modal Indonesia perlu ditambah karena masih sangat terbatas.

Hal tersebut menjadi salah satu dari tiga program Nurhaida yang dipaparkan dalam uji kepatutan dan kelayakan di Komisi XI DPR RI, Jakarta, Senin.

Program lain yang menjadi andalan Nurhaida apabila terpilih menjadi Kepala Eksekutif Pasar Modal adalah meningkatkan jumlah investor di pasar modal dan meningkatkan perlindungan terhadap investor.

"Tiga program tersebut saya ajukan berdasarkan pengalaman bertugas di Bapepam LK," ujar Nurhaida yang masih aktif menjabat sebagai Ketua Bapepam LK Kementerian Keuangan.

Ia memaparkan tiga program tersebut diusulkan karena persentase jumlah investor pasar modal dengan jumlah penduduk di Indonesia masih belum memadai yaitu baru mencapai 363.094 investor atau 0,2 persen dari populasi.

"Bandingkan dengan Singapura yang mencapai 30 persen dan Malaysia 20 persen dari jumlah penduduk," katanya.

Nurhaida juga menyebutkan jumlah emiten di pasar modal Indonesia yang masih rendah dibandingkan negara-negara tetangga, karena baru tercatat mencapai 443 emiten.

"Angka itu masih lebih kecil dari jumlah emiten di Hong Kong, Singapura, dan Malaysia yang besarnya secara berturut-turut adalah 1.518, 789, dan 935 emiten," ujarnya.

Untuk itu, program tersebut diusulkan karena industri pasar modal juga mengalami beberapa kendala yaitu belum optimalnya sarana dan infrastruktur yang memadai, sinergi antar sektor jasa keuangan yang baik serta potensi adanya regulatory arbitrage.

"Oleh karena itu OJK nanti berusaha untuk menanggulangi kendala-kendala tersebut," ujar Nurhaida.

Sedangkan, menghadapi pertanyaan dari anggota DPR mengenai referensi yang berasal dari atasan serta orang dekat dari lingkungan Kementerian Keuangan, Nurhaida mengatakan hal tersebut merupakan rekomendasi atas hasil kerja bukan penilaian individu.

"Saya sudah bekerja di Bapepam, lama. Dan itu referensi terkait pekerjaan bukan individu," ujarnya.

Nurhaida akan bersaing dengan Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan Rahmat Waluyanto untuk jabatan Kepala Eksekutif Pasar Modal dalam Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan.

Uji Kepatutan dan Kelayakan DK-OJK yang dilakukan DPR RI ini berlangsung hingga Kamis (7/6).

(S034)

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Top News
Baca Juga