Jakarta (ANTARA News) - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) pada hari ini  hingga 22 Juni 2012  mengadakan latihan bersama mitranya dari Amerika Serikat (US Army) kawasan Pasifik (US Army Pasific/Usarpac) di Malang, Jawa Timur.

Latihan bersandi operasi Garuda Shield 2012 itu dibuka Panglima Komando Cadangan Strategis TNI AD (Pangkostrad), Letnan Jenderal TNI M. Munir, dan Panglima Usarpac, Brigadir Jenderal Hara, di lapangan Sapta Marga Divisi Infanteri-2/Kostrad, Singosari, Malang, Jawa Timur, Senin.

Munir dalam sambutannya mengatakan, latihan bersama Garuda Shield 2012 bertujuan meningkatkan kemampuan dan keterampilan peserta latihan sesuai modul pelatihan standard umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), serta menggalang lebih jauh kerja sama antara militer dengan masyarakat melalui kegiatan karya bakti.

"Latihan ini juga untuk meningkatkan hubungan kerja sama antara TNI Angkatan Darat dengan Usarpac," kata Pangkostrad, dalam keterangan pers yang diterima ANTARA News.

Oleh karena itu, kata dia, Garuda Shield 2012 akan memberikan pemahaman dan keseragaman bagi peserta latihan dalam pelaksanaan sebagai pasukan pemulihan keamanan PBB.

Ia berharap, koordinasi dan kerja sama antara personel AD dari beberapa negara akan semakin erat dan kokoh, sehingga terjalin hubungan yang lebih baik dan harmonis antara negara-negara pengirim pasukan PBB yang dilandasi  rasa saling percaya dan menghormati.

Munir menyebutkan, pelaksanaan latihan tersebut pada gilirannya akan mencapai soliditas di antara negara peserta dalam operasi perdamaian dunia karena memiliki wawasan, pandangan dan pemahaman yang sama terhadap prosedur maupun mekanisme pengambilan keputusan dari para komandan beserta staf perencana operasi militer.

"Peserta latihan akan semakin memahami prosedur teknis penanganan di lapangan, sehingga memenuhi standar prosedur tetap dan kualifikasi yang telah ditentukan oleh PBB," katanya.

Brigadir Jenderal Hara dalam sambutannya mengatakan, Garuda Shield 2012 yang melibatkan negara AS dan RI merupakan latihan penting  yang bukan hanya dalam pengembangan sektor kemiliteran, namun juga dalam usaha menjalin hubungan di perairan Pasifik dalam kurun waktu enam tahun.

Ia mengajak peserta secara bersama-sama melanjutkan misi pengembangan pengetahuan yang telah dimiliki dalam mendukung operasi perdamaian melalui interaksi yang akan terjalin selama proses latihan.

Menurut dia, konsep pelatihan yang melibatkan pasukan TNI dan Usarpac dalam suatu brigade gabungan di latihan pos komando  yang merupakan kesempatan emas bagi pasukan kedua negara untuk saling berbagi pengalaman dan pengetahuan.

Selain itu, ia menambahkan, peserta latihan diminta berperan aktif dalam proses pelatihan, sehingga Garuda Shield 2012 bukan hanya sukses dalam melatih kemampuan militer saja, namun juga mampu menjadi suatu pengalaman berharga bagi seluruh personelnya.
(T.S037/N002)