Kamis, 31 Juli 2014

Ashton: UE, Iran sepakat isi pembicaraan nuklir mendatang

Selasa, 12 Juni 2012 08:34 WIB | 3.584 Views
Ashton: UE, Iran sepakat isi pembicaraan nuklir mendatang
Catherine Ashton. (FOTO ANTARA/REUTERS/Thierry Roge)
Strasbourg (ANTARA News) - UE dan Iran sepakat mengenai isi pembicaraan nuklir mendatang, kata ketua kebijakan luar negeri blok tersebut Catherine Ashton Senin setelah berbicara melalui telepon dengan perunding Iran Saeed Jalili.

Ashton dan Jalili "sepakat perlunya keterlibatan Iran pada usulan E3+3 (P5+1), yang menyatakan keprihatinannya atas program nuklir Iran yang secara eksklusif bersifat damai," kata sebuah pernyataan dari kantor Ashton, lapor AFP.

Pembicaraan telepon selama satu jam tersebut diawali pertemuan di Strasbourg oleh para direktur politik kelompok yang disebut P5+1 -- Inggris, China, Prancis, Rusia dan Amerika Serikat, lima anggota permanen Dewan Keamanan PBB.

Dia juga menyampaikan bahwa kelompok tersebut "siap menanggapi permasalahan yang diangkat Iran di Baghdad," kata pernyataan tersebut, tanpa penjelasan lebih lanjut.

Senin sebelumnya, Ashton menemui para pejabat senior P5+1 di sebuah hotel di Strasbourg di sela-sela sidang Parlemen Eropa "untuk menyiapkan dasar perundingan di Moskow"  Senin dan Selasa mendatang, kata juru bicara UE.

Kekuatan dunia dan Israel mencurigai Iran, meski menyangkal berulang kali, ingin membuat bom nuklir dengan berlindung pada program atom sipilnya. 

Putaran Moskow berlangsung hanya dua minggu sebelum Uni Eropa mengenakan embargo penuh terhadap minyak Iran terkait masalah nuklir.

Amerika Serikat mengatakan Senin pihaknya akan mengecualikan tujuh emerging ekonomi termasuk India dari sanksi keras baru setelah mereka kembali memangkas impor minyak dari Iran, tetapi hukuman masih mengancam China.

Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton menambahkan India, Malaysia, Afrika Selatan, Korea Selatan, Sri Lanka, Turki dan Taiwan pada daftar kekecualian sanksi. Pada Maret, dia memberikan pengecualian kepada negara-negara Uni Eropa dan Jepang.

Pemerintah Presiden Barack Obama berharap pemberian tekanan ekonomi terhadap Iran sebagian akan menghindarkan serangan Israel, dimana Perdana Menteri Benyamin Netanyahu menyatakan tidak mengesampingkan penggunaan kekuatan militer.

Para pejabat pemerintah berulang kali menyatakan kekhawatiran mereka bahwa serangan Israel akan sangat membinasakan dan potensial memicu perlombaan senjata di kawasan tersebut. (K004)

Penerjemah: PR Wire

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga