Jumat, 1 Agustus 2014

Balita tertimbang di Posyandu DKI naik 32 persen

Selasa, 12 Juni 2012 19:35 WIB | 2.071 Views
Balita tertimbang di Posyandu DKI naik 32 persen
Tatiek Fauzi Bowo (FOTO ANTARA/Bayu Lindarto)
Jakarta (ANTARA) - Jumlah bayi yang berusia lima tahun ke bawah (balita) yang ditimbang di pos layanan terpadu (POsyandu) DKI Jakarta dalam lima tahun terakhir meningkat 32 persen, kata Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) DKI Jakarta Tatiek Fauzi Bowo.

"Data Kementerian Kesehatan tersebut sejalan dengan meningkatnya kesadaran pada orangtua bahwa kegiatan posyandu mempunyai peran penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak pada usia dini," ujarnya di Jakarta, Selasa.

Dalam keterangan tertulisnya, ia mengatakan, peningkatan partisipasi warga dalam kegiatan posyandu, antara lain terlihat ketika tahun 2011 lalu diselenggarakan program Gebyar Posyandu secara terpadu di seluruh wilayah Jakarta.

Program tersebut, kata Tatiek, dilaksanakan untuk merespons tujuh pesan Presiden SBY. Ketujuh pesan tersebut antara lain aktifkan kembali Posyandu, periksakan ibu hamil minimal empat kali selama kehamilan, berikan imunisasi lengkap kepada bayi dan balita dan timbanglah bayi dan balita.

Menurut istri Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo itu, keberadaan posyandu di Jakarta tersebar merata di setiap RW. Di Jakarta Pusat berjumlah 491 posyandu, di Jakarta Utara 579 posyandu, di Jakarta Barat 752 posyandu, di Jakarta Selatan 1.205 posyandu, di Jakarta Timur 1.089 posyandu, dan di Kabupaten Kepulauan Seribu 32 posyandu.

"Sehingga, secara keseluruhan, posyandu di wilayah DKI Jakarta berjumlah 4.148 buah. Sedangkan jumlah kader posyandu saat ini mencapai 26.414 orang, dengan enam orang kader aktif di setiap posyandu," kata Tatiek.

Tahun 2012, dukungan warga terhadap posyandu, antara lain diwujudkan lewat program "Jakarta Berbagi Kasih".

Melalui program yang diinisiasi warga bekerja sama dengan sejumlah organisasi wanita di Jakarta itu, siapa pun bisa berpartisipasi dengan cara mudah. Yakni, menyerahkan barang-barang layak pakai kepada pengurus RW atau panitia Jakarta Berbagi. Seluruh barang yang terkumpul selanjutkan akan dijual dengan harga terjangkau.

Bazar di Gelanggang Remaja Matraman, misalnya, merupakan ajang untuk menjual barang-barang hasil kumpulan dari warga. Selain pakaian layak pakai, juga terdapat peralatan rumah tangga, aksesoris wanita, dan sembako.

Tatiek Fauzi Bowo menambahkan, pihaknya tidak pernah berhenti mengajak warga Jakarta untuk berpartisipasi dalam upaya meningkatkan kualitas hidup, pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan.

"Saat ini Indeks Pembangunan Manusia (IPM) DKI Jakarta tercatat 77 persen, dan merupakan yang tertinggi di Indonesia. Capaian ini niscaya akan terus meningkat apabila setiap warga Jakarta memiliki kesadaran untuk memperbaiki kualitas hidupnya," demikian Tatiek.
(*)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca