Rabu, 22 Oktober 2014

Ladongi dikembangkan jadi pusat industri kakao Sultra

| 2.523 Views
id Sultra kembangkan Ladongi, pusat industri kakao, Gubernur Sultra Nur Alam
Ladongi dikembangkan jadi pusat industri kakao Sultra
Ilustrasi. Seorang petani menunjukkan buah kakao di Desa Rahmat, Kec. Palolo, Kab. Sigi, Sulawesi Tengah, Senin (21/5). Kakao adalah hasil perkebunan utama bagi sebagian besar warga yang berdiam di kaki gunung Nokilalaki tersebut. (FOTO ANTARA/Basri Marzuki) ()
Letak geografis Ladongi dan ketersediaan produksi bahan baku sekitar sangat mendukung untuk industri kakao tersebut."

Kendari (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) akan mengembangkan Ladongi, Kabupaten Kolaka sebagai pusat industri kakao di daerah itu.

Gubernur Sultra Nur Alam di Kendari, Rabu, mengatakan, Kolaka adalah salah satu daerah sentra produksi kakao terbesar di provinsi itu sehingga penunjukan Kecamatan Ladongi sebagai pusat industri kakao sangat strategis.

"Letak geografis Ladongi dan ketersediaan produksi bahan baku sekitar sangat mendukung untuk industri kakao tersebut," katanya.

Menurut dia, potensi sumber daya perkebunan, khususnya kakao sebagai bahan dasar coklat terus dilirik pemerintah pusat, sehingga mendorong pemerintah daerah untuk membangun industri kakao di daerah itu.

"Tentunya kita melibatkan pihak swasta atau investor untuk sebuah investasi besar itu, dan sudah ada investor yang menyatakan kesiapan," ujarnya.

Selama ini, katanya, sebagian besar petani hanya menjual kakao dalam bentuk gelondongan.

Hal itu, katanya, tidak memberikan kontribusi terhadap daerah dan kesejahteraan masyarakat sekitar secara signifikan.

Ia menjelaskan, jika industri itu sudah terbangun, secara tidak langsung akan meningkatkan perekonomian masyarakat di Sultra.

Selain itu, katanya, akan membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan petani kakao. Selama ini, mereka banyak menjual hasil kakao melalui pedagang pengumpul dengan harga yang rendah.

"Bahan baku tidak masalah, Sultra secara umum dikenal sebagai penghasil kakao. Bahkan 70 persen produksi kakao Indonesia berasal dari tiga provinsi yakni Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara," katanya.

(ANT)

Editor: Tasrief Tarmizi

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga