Jakarta (ANTARA News) - Nilai tukar mata uang Rupiah yang ditransaksi antarbank di Jakarta Rabu sore turun sebesar 20 poin menjadi Rp9.430 dibanding posisi sebelumnya Rp9.410 per dolar AS.

"Rupiah kembali melemah, sepanjang Rabu ini mata uang domestik cenderung berada dalam area negatif seiring masih kuatnya kekhawatiran pasar terhadap beban utang Spanyol," kata pengamat pasar Milenium Danatama Sekuritas, Abidin di Jakarta, Rabu.

Ia menambahkan, pada hari sebelumnya rupiah menguat, namun berlanjutnya kekhawatiran atas kesepakatan dana talangan (bailout) perbankan Spanyol dan pemilu Yunani nampak masih membatasi pergerakan rupiah terhadap dolar AS.

"Meski demikian, Bank Indonesia (BI) menjaga fluktuasi rupiah sehingga tidak tertekan nilainya lebih dalam di tengah sentimen negatif yang masih cukup kuat," ujar dia.

Ia mengemukakan, pemberitaan mengenai beberapa negara yang tengah bersiap mengantisipasi pemilu Yunani, ketidakpastian "bailout" bank-bank Spanyol, serta melonjaknya yield obligasi Spanyol dan Italia, masih mendorong investor menempatkan dananya ke dalam dolar AS yang dinilai aman menjaga aset.

Ia memperkirakan, kalangan analis juga menilai keengganan pelaku pasar untuk mengambil posisi baru menjelang pemilu Yunani dalam beberapa hari ke depan.

"Diperkirakan, pergerakan rupiah masih berada dalam kisaran terbatas terhadap dolar AS hingga pemilu Yunani di akhir pekan," ujar dia.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada, Rabu (13/6) tercatat mata uang rupiah melemah menjadi Rp9.455 dibanding sebelumnya di posisi RpRp9.448 per dolar AS.
(ANT)