Jumat, 19 Desember 2014

Wapres yakin generasi muda Indonesia masih tangguh

| 3.599 Views
id kualitas pendidikan, pendidikan generasi muda, wapres, boediono
Wapres yakin generasi muda Indonesia masih tangguh
Boediono (FOTO ANTARA/Widodo S. Jusuf)
Saya masih optimistis melihat generasi muda yang idealis masih ada, sekalipun ada yang memang tidak baik tapi sebagian besar masih baik,"
Jakarta (ANTARA News) - Wakil Presiden Boediono menyatakan keyakinannya bahwa generasi muda masih tangguh dan bisa diandalkan memegang estafet generasi sebelumnya sehingga bisa membuat Indonesia menjadi lebih baik.

"Saya masih optimistis melihat generasi muda yang idealis masih ada, sekalipun ada yang memang tidak baik tapi sebagian besar masih baik," kata Wapres Boediono di Istana Wapres Jakarta, Rabu.

Hal itu disampaikan Wapres saat menerima Pengajar Muda Angkatan IV Indonesia berjumlah 71 orang, yang juga dihadiri Ibu Herawati Boediono dan Ketua Indonesia Mengajar Anies Baswedan.

Dikatakan Wapres, generasi muda saat ini harus lebih baik dari generasi sebelumnya karena apabila hal itu tidak terjadi maka bangsa tersebut akan "mandeg" dan tentunya hal tersebut tidak diinginkan terjadi di Indonesia.

"Sudah ada contoh negara yang menjadi lebih maju, `mandeg` dan hilang karena kualitas generasi mudanya tidak lebih baik dari sebelumnya," kata Wapres tanpa bersedia menyebutkan bangsa yang dimaksud.

Menurut Boediono adanya yang bersedia mengajar di tempat terpencil membuktikan bahwa kualitas generasi muda masih ada yang mau peduli terhadap kualitas masyarakat Indonesia, khususnya did aerah-daerah yang terpencil.

Anis Baswedan mengatakan sebanyak 71 pengajar muda yang akan ditempatkan di daerah-daerah terpencil terdiri 38 wanita dan 33 pria.

"Mereka akan disebar di 10 kabupaten yang ada di Indonesia yang umumnya merupakan kabupaten terpencil," katanya.

Sebelum berangkat untuk mengajar di daerah terpencil, katanya, mereka sebelumnya sudah diberi bekal kepemimpinan, pengajaran, serta ketahanan hidup selama tujuh minggu.

Latar belakang para pengajar tersebut berasal dari 30 universitas baik yang ada di Indonesia maupun luar negeri.
(A025/Z003)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga