Senin, 22 Desember 2014

Pemkab Halbar galakkan pelestarian hutan bakau

| 2.321 Views
id reboisasi hutan bakau, pemkab halmahera barat, malut
Pemkab memberi perhatian serius pada pelestarian hutan bakau karena memiliki manfaat sangat banyak, seperti sebagai tempat berkembang biak berbagai jenis ikan, kepiting dan udang serta berbagai jenis burung laut,"
Ternate (ANTARA News) - Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), Maluku Utara, terus menggalakkan pelestarian hutan bakau, di antranya melalui kegiatan rehabilitasi kawasan hutan bakau yang telah kritis.

Kabag Humas dan Protokoler Pemkab Halbar, Syarif Ali ketika dihubungi dari Ternate, Rabu, mengatakan, untuk mengoptimalkan usaha pelestarian hutan bakau di Halmahera Barat, pemkab setempat mengirim tim ke Kepulauan Riau untuk melakukan studi banding mengenai kegiatan pelestarian tanaman pantai itu.

Selain itu, pemkab setempat juga telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk para ahli mengenai hal-hal yang perlu dilakukan untuk mengefektifkan kegiatan pelestarian hutan bakau di daerha itu.

Ia mengatakan, banyak kawasan hutan bakau di Halmahera Barat yang kondisinya kritis akibat kegiatan penebangan bakau untuk bahan bangunan atau kayu bakar, seperti terlihat di kawasan hutan bakau Kecamatan Jailolo Selatan.

Semua kawasan hutan bakau yang kritis tersebut akan direhabilitasi dan dikembangkan menjadi objek wisata alam dan lokasi penilitian bagi para mahasiswa atau ahli yang ingin mengetahu berbagai hal yang terkait dengan hutan bakau.

"Pemkab memberi perhatian serius pada pelestarian hutan bakau karena memiliki manfaat sangat banyak, seperti sebagai tempat berkembang biak berbagai jenis ikan, kepiting dan udang serta berbagai jenis burung laut," katanya.

Hutan bakau juga dapat berfungsi mencegah abrasi pantai dan sendimentasi laut serta dapat mengurangi dampak kerusakan pada permukiman warga di pantai akibat adanya gelombang pasang pasca-terjadinya gempa bumi.

Ia menambahkan, hutan bakau dapat pula mencegah pemanasan global serta dapat menjadi sumber obat-obatan alami, bahkan buah beberapa jenis bakau dapat dikembangkan sebagai bahan makanan yang kaya gizi.

Daerah lainnya di Maluku Utara yang juga mulai menggalakkan pelestarian hutan bakau adalah Kota Ternate, karena hutan bakau di daerah ini terancam punah, bahkan sesuai hasil penilitian dari LIPI, jumlah jenis bakau di daerah ini yang semula mencapai lebih dari 30, saat ini sisa belasan jenis.
(L002/F002)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga