Kamis, 18 Desember 2014

Bulog Cianjur salurkan raskin 100 persen

| 2.313 Views
id penyaluran beras miskin, raskin 100 persen, bulog cianjur, pemkab cianjur, jabar
Bulog telah menyalurkan raskin 100 persen untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kabupaten Cianjur,"
Cianjur (ANTARA News) - Badan Urusan Logisitik Subdivre Cianjur, Jabar, merealisasikan pembagian beras untuk keluarga miskin atau raskin Januar-Mei, 100 persen.

"Bulog telah menyalurkan raskin 100 persen untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kabupaten Cianjur," kata Wakil Kepala Dolog Cianjur, Retnaning Adisiwi, melalui Kasi Harga dan Pasar (Gasar) Desi Asmiati, Rabu.

"Bulog telah menyalurkan raskin 100 persen untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kabupaten Cianjur," katanya.

Menurut dia, pagu raskin yang menjadi acuan Bulog untuk Januari hingga Mei, tetap mengacu pada pagu tahun 2011.

Sedangkan jatah Juni hingga Desember 2012, akan berpedoman pada pagu raskin tahun 2012 yang baru dikeluarkan Gubernur Jabar dan Tim Nasional Program Nasional Percepatan Pengendalian Kemiskinan (PNP2K).

"Mulai 31 Mei ada kenaikan sekitar 700 kilogram atau 3.772.740 kilogram dari sebelumnya 3.003.825 kilogram dengan harga masih 1.600 per kilogram," ungkapnya.

Mekipun pagu telah keluar, namun pihak Dolog, masih menunggu keputusan Pemkab Cianjur, apakah akan menerima sesuai jumlah pagu yang sudah keluar itu.

"Meskipun pagu sudah ada, kami masih menunggu jawaban Pemkab Cianjur, mungkin hal ini masih dalam proses di Pemkab Cianjur," ucapnya.

Sementara itu, Pemkab Cianjur melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Ketahanan Pangan Desa (BPMD-KPD), terkait pagu tersebut masih diproses di bagian Hukum Pemkab Cianjur.

"Kami belum bisa pastikan, apakah pemkab menerima atau tidak. Pasalnya hal tersebut, masih menunggu keputusan di bagian hukum," kata Dadang Herman staf bagian pangan BPMD-KPD.

sedangkan terkait beras raskin, Nono Karyono dari LSM Folic mengharapkan pemerintah daerah, seharusnya mengalokasikan anggaran untuk biaya transportasi yang jelas, agar harga raskin sama dan tidak mengalami perbedaan dimasing-masing wilayah.

"Karena dalam petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis raskin setiap daerah harus mengalokasikan anggaran untuk biaya transportasi, dari titik bongkar ke titik bagi atau penerima," katanya.

Seperti halnya kota lain, di daerah tersebut sudah ada alokasi tersendiri untuk biaya transpotasi, sehingga, tidak membebani masyarakat dengan cara menaikkan harga dengan dalih biaya transportasi.

"Jika Pemkab Cianjur, menerapkan hal yang sama, maka masyarakat miskin tetap menikmati raskin dengan harga yang telah disepakati Rp1.600 perkilogram," tandasnya.
(KR-FKR/Y003)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga