Rabu, 3 September 2014

PSSI kembali memulai babak baru

Kamis, 14 Juni 2012 03:00 WIB | 11.568 Views
PSSI kembali memulai babak baru
PSSI (ANTARA News)
Jakarta (ANTARA News) - Setelah sekian lama kisruh tak berujung hampir satu tahun, sepak bola nasional di bawah organisasi PSSI kini memulai suatu babak baru.

Menit-menit awal dimulainya babak baru ini ditandai dengan ditandatanganinya kesepakatan damai atau Nota Kesepahaman (MoU) antar-kelompok yang bertikai di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (7/6).

MoU itu ditandatangani oleh Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin, perwakilan Indonesia Super League (ISL) Djoko Driyono dan Komite Penyelamat Sepak Bola (KPSI) La Nyala Mattilitti, setelah dimediasi Tim Task Force AFC yang dipimpin Wakil Ketua AFC HRH Pangeran Abdullah Ibni Sultan Ahmad Shah.

Turut menyaksikan kesepakatan damai ini diantaranya Anggota Exco FIFA Worawi Makudi, Sekjan AFC Dato` Alex Soosay, Direktur Pengembangan Asosiasi FIFA Thierry Regenass, dan Direktur Pengembangan dan hubungan Internasional dan Asosiasi James Johnson, serta pengurus FIFA Marco Leal.

Kesepakatan damai ini dapat dikatakan sebagai langkah awal penyelesaian dari dualisme kompetisi dan konflik kepengurusan selama ini.

FIFA dan AFC sendiri merasa prihatin atas munculnya kembali liga tandingan (breakaway) dan munculnya KPSI. AFC dalam hal ini akhirnya membuat putusan membentuk tim Task Force (Gugus Tugas) untuk menyelesaikan kisruh sepak bola di Tanah Air tersebut.

Setelah melakukan pertemuan untuk kedua kalinya di Kuala Lumpur, akhirnya semua pihak setuju melakukan Mou dengan lima butir putusan.

Butir pertama: Empat anggota Komite Komite Eksekutif (Exco) PSSI yang dipecat dipulihkan kembali. Prosedur pengembalian ini akan ditentukan oleh Komite Bersama PSSI. Mereka adalah La Nyalla Mattalitti, Roberto Rouw, Erwin Dwi Budiawan, dan Tony Apriliani. Namun, prosedur pengembalian ini akan ditentukan oleh Komite Bersama PSSI.

Butir kedua: Status ISL. ISL setuju untuk berada di bawah yurisdiksi PSSI secepatnya, khususnya untuk masalah disiplin, administrasi pemain, dan transfer, dan penunjukkan perangkat pertandingan hingga satu-satunya liga profesional tingkat teratas dibentuk. Hingga saat itu, ISL bisa terus beroperasi secara otonom.

Butir ketiga: Satus KPSI Dibubarkan. Semua pihak setuju bahwa KPSI akan dibubarkan dan menghentikan keberadaannya sebagai badan pengelola sepak bola nasional. Lebih lanjut, semua pihak setuju bahwa KPSI akan dibubarkan dan menghentikan keberadaannya sebagai lembaga secepatnya setelah kongres PSSI berikutnya.

Butir keempat, pembentukan Komite Bersama PSSI. Komite ini merupakan gabungan dari unsur PSSI, ISL/KPSI untuk untuk mengevaluasi IPL dan ISL untuk secepatnya membentuk satu-satunya liga sepak bola tertinggi di Indonesia.

Komite ini akan bekerja di bawah pengawasan dan bekerja sama erat dengan Gugus Tugas AFC Indonesia dan bertanggung jawab untuk bekerja sama dengan FIFA dan AFC untuk memeriksa statuta PSSI dan masalah keorganisasian lainnya.

Komite Bersama PSSI ini akan terdiri dari: ketua yang ditunjuk oleh PSSI, wakil ketua ditunjuk oleh ISL/KPSI, Anggota: tiga anggota ditunjuk oleh IPL dan tiga anggota ditunjuk oleh ISL/KPSI.

Butir kelima: Kongres PSSI. Semua pihak setuju untuk menggelar kongres PSSI pada akhir tahun 2012, yang termasuk akan mengadopsi statuta baru. Komposisi dari kongres PSSI akan sama dengan Kongres PSSI yang berlangsung 9 Juli 2011 yang dihadiri oleh FIFA dan AFC dan agenda kongres harus disetujui oleh Gugus Tugas AFC Indonesia. Verifikasi dari komposisi peserta kongres akan dibicarakan dan ditentukan oleh Komite Bersama PSSI untuk menghindari anggota yang tidak sah berpartisipasi.


Awal Bab Baru

Wakil Ketua AFC Pangeran Abdullah berterima kasih kepada semua pihak atas semangat mencari kesepakatan, hingga terlahirnya kesepatan damai ini.

"Ini menjadi kepentingan sepak bola Indonesia dan saya berterima kasih kepada semua orang dan FIFA yang memberikan kepercayaan kepada AFC untuk memimpin misi ini," katanya.

"Ini awal dari bab baru dalam sepak bola Indonesia dan merupakan kesempatan untuk mengesampingkan perbedaan personal dan politik demi sepak bola. Banyak kerja di depan dan AFC bersedia memberikan semua bantuan untuk membangun liga utama baru di Indonesia," tegasnya. Hal senada juga disampaikan Plt Ketua AFC Zhang Jilong yang menyambut gembira atas ditandatanganinya MoU itu.

Ketua Umum PSSI Djohar Arfin Husin yang menjadi salah satu perwakilan PSSI dalam pertemuan itu membenarkan akan diselenggarakan Kongres pada September 2012.

Menurut Djohar, KLB sendiri akan menjadi tindak lanjut dari terbentuknya Komite Bersama yang bertugas membuat liga profesional baru dan meninjau Statuta serta menyelesaikan masalah asosiasi lainnnya.

"Kompetisi kan akan selesai di bulan Juli, jadi dua-duanya akan dibubarkan dengan tidak lagi memakai nama dua kompetisi tersebut. Rencananya, kompetisi akan digelar pada bulan Januari atau bulan Februari. Dengan begitu, Joint Commitee punya waktu yang cukup panjang untuk mempersiapkan kompetisi yang baru." katanya.

Sementara itu, La Nyalla Mattalitti perwakilan dari KPSI menyatakn untuk menggelar kembali kongres pada bulan September sebagai salah satu diantara lima butir yang harus dilaksanakan.

"Soal dualisme klub dan kompetisi itu nanti seluruhnya akan diputuskan di kongres, diskusinya di kongres dan keputusannya bukan berada di tangan saya atau di tangan Djohar Arifin," katanya.

Mengenai wakil yang akan diutus sebagai anggota Komite Bersama tersebut, La Nyalla mengatakan dirinya sudah mempunyai dua orang yakni Joko Driyono dan Hinca Panjaitan, sedangkan dua lainnya akan dibahas lagi.

Atas kesepakatan damai ini juga disambut gembira oleh Menpora Andi Mallarangeng. "Saya berharap, semua pihak yang pernah bertikai tetap konsisten dengan apa yang telah disepakati bersama, sehingga betul-betul sepak bola dan liga Indonesia menjadi kuat, tim nasional baik senior maupun junior bisa mengharumkan nama bangsa," kata Menpora usai menerima tim junior U 12 yang akan berlatih ke Osaka, Jumat.

Ke depan, sepak bola nasional dihadapkan dengan beberapa tantangan seperti adanya ancaman mogok pemain untuk bertanding karena masalah gaji, dualiasme klub dan pengurus daerah, serta pembentukan timnas yang tangguh.

Dengan kesepakatan damai ini menjadi harapan semua pihak bahwa kisruh sepak bola nasional benar-benar dapat berakhir.
(T009/A020)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga