Jumat, 24 Oktober 2014

Afrika pasar ekspor potensial produk Indonesia

| 1.884 Views
id ekspor indonesia, pasar afrika, kementerian luar negeri, ratu syvi gayatri
Afrika pasar ekspor potensial produk Indonesia
Ilustrasi. (FOTO ANTARA/Dewi Fajriani)
Denpasar (ANTARA News) - Sekretaris Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri Ratu Syivi Gayatri menilai Afrika sangat potensial dikembangkan menjadi pasar ekspor produk-produk dari Indonesia.

"Kita perlu melakukan diversifikasi pasar dan Afrika merupakan pasar yang potensial harus terus digali," katanya disela pelaksanaan dialog interaktif di Kampus Universitas Udayana di Denpasar, Kamis.

Sampai saat ini, lanjut dia, beberapa perusahaan dari Tanah Air yang bergerak di sektor obat-obatan, sabun cuci dan makanan sudah mulai berinvestasi di sana.

Ia mengatakam setidaknya ada tujuh negara di Afrika yang tingkat pertumbuhan ekonominya cukup menabjubkan, yakni diantaranya Etiopia, Nigeria, Afrika Selatan dan Ghana.

"Selain ekspor produk konsumsi, Afrika juga cocok dijadikan pangsa pasar untuk ekspor kerajinan di Tanah Air. Kami bahkan pernah kedatangan duta besar dari Lesotho yang mengatakan bahwa mereka membutuhkan bantuan `capacity building` untuk membuat gerabah dan mereka tertarik sekali," ucap Gayatri.

Menurut dia, Bali juga sangat layak untuk membidik Afrika sebagai salah satu tujuan ekspor.

Sementara itu Direktur Eksekutif "Institute for Peace and Democracy" Dr Ketut Putra Erawan berpandangan senada.

"Secara kerja sama akan sangat menjanjikan dalam waktu ke depan, karena Afrika kaya akan sumber daya alam dan juga manusia," katanya dalam dialog yang bertajuk "Perdamaian Di Afrika: Jalan Menuju Peningkatan Hubungan Bilateral Indonesia Dengan Negara-Negara di Afrika" itu.

Ia mencontohkan, Afrika Selatan saja sebagai bangsa yang sebelumnya terjadi politik apartheid atau mengalami pertentangan antara bangsa kulit hitam dan putih dapat berkembang menjadi sangat maju. Bahkan kemajuannnya inipun mendekati Eropa.

China saja, lanjut dia, sudah banyak bergerak mengembangkan pasar Afrika.

Posisi beberapa negara Afrika, ucap Erawan juga sangat strategis sehingga kondisi perdamaian dan konflik di sana akan berpengaruh juga terhadap kepariwisataan di Eropa yang imbasnya bisa juga ke Indonesia bahkan Bali.

Hal ini mengingat bangsa Eropa juga menjadikan Pulau Dewata sebagai tujuan berwisata.

(KR-LHS)

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga