Jumat, 31 Oktober 2014

Indonesia tagih komitmen negara maju turunkan emisi

| 5.794 Views
id penurunan emisi gas, perubahan iklim, pemanasan global, tenaga ahli menteri kehutanan, boen m purnama
Indonesia tagih komitmen negara maju turunkan emisi
Logo Global Warming Campaign. (unep.un)
Setiap negara punya tanggung jawab yang sama
Jakarta (ANTARA News) - Indonesia menagih komitmen negara maju untuk bersama-sama menurunkan emisi gas rumah kaca sebagai bagian dari mitigasi perubahan iklim.

Tenaga Ahli Menteri Kehutanan bidang Strategi dan Politik Kehutanan Boen M Purnama di Jakarta Kamis mengatakan, selama ini timbul kesan bahwa perubahan iklim menjadi tanggung jawab pemilik hutan tropis saja, seperti Indonesia.

"Padahal, negara maju punya tanggung jawab yang sama sesuai prinsip penanganan perubahan iklim. Setiap negara punya tanggung jawab yang sama dengan beban yang berbeda," katanya usai membuka Workshop Komunikasi Stakeholder tentang Penanganan Perubahan Iklim.

Menurut mantan Presiden United Nations Forum on Forest (UNFF) itu, negara maju secara moral bahkan punya tanggung jawab yang lebih besar karena menghasilkan emisi yang lebih besar dari kegiatan industri dan transportasi. Berbagai langkah yang diambil negara maju untuk memangkas emisinya belumlah signifikan.

Saat ini, tegas Boen, realisasi komitmen negara maju untuk membantu mencegah deforestasi dan degradasi hutan juga masih rendah. "Pendanaan jasa lingkungan lewat mekanisme Payment for Environmental Services (PES) dari negara maju ke negara berkembang pemilik hutan juga masih sangat minim," katanya.

Menurut dia, Indonesia sudah melakukan tindakan nyata terkait mitigasi perubahan iklim. Salah satunya dengan mendorong penerapan skema pengurangan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan (REDD+). Hanya saja, tindakan Indonesia belum banyak dilihat dunia internasional karena minimnya publikasi.

Boen mengatakan pengelolaan hutan rakyat yang menjunjung prinsip kelestarian di sejumlah daerah bisa menjadi andalan Indonesia untuk dipamerkan ke forum internasional. "Hutan rakyat di Gunung Kidul dan Wonogiri yang sudah memperoleh sertifikat pengelolaan hutan lestari adalah salah satu contoh yang dilakukan Indonesia untuk mitigasi perubahan iklim," katanya.

Meski demikian, Boen mengakui, upaya mitigasi perubahan iklim di Indonesia belum optimal. Desentralisasi pemerintahan yang kini diterapkan menjadi salah satu tantangan yang dihadapi.

(A027)

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga