Jumat, 1 Agustus 2014

Venezuela bisa buat pesawat tanpa awak

Kamis, 14 Juni 2012 18:56 WIB | 6.369 Views
Venezuela bisa buat pesawat tanpa awak
Pesawat intai Heron buatan Israel Aeronautics Industry, yang sangat laku di pasaran dunia. Kehandalannya sangat teruji dan banyak angkatan udara di dunia memakainya; Indonesia sempat mempertimbangkan secara serius pembelian pesawat terbang tanpa awak dari Israel dalam tipe lain. Belum diketahui persis tipe yang dikembangkan Venezuela. (www.alutsista.blogspot.com)
Karakas, Venezuela (ANTARA News) - "Venezuela membangun pesawat tanpa awaknya dengan bantuan Iran, China dan Rusia," kata Presiden Hugo Chavez. Menurut dia, pesawat-pesawat tanpa awak itu untuk keperluan-keperluan militer dan sipil.

"Satu dari tiga pesawat yang dibuat di sini, dan kita akan terus memproduksinya," kata Chavez, Rabu, dalam satu pertemuan dengan para panglima pertahanan. Rusia, China, Iran dan negara-negara sekutu lainnya telah membantu proyek itu.

Pesawat tanpa awak itu memiliki jangkauan terbang 100 km, dapat mencapai ketinggian 3.000 meter. Jenderal Julio Morales, kepala pabrik senjata Cavin milik negara, yang membangun pesawat itu, menyatakan, "Pesawat itu dapat berada di ketinggian selama 90 menit dan dapat mengirim video dan gambar seketika."

"Kini sedang ditingkatkan kemampuannya untuk melakukan penerbangan pada malam hari," tambahnya.

Pesawat itu adalah bagian dari satu sistem semata-mata untuk pertahanan yang bertujuan melakukan pengintaian dan mengawasi pipa minyak, bendungan dan prasarana pedesaan lainnya, kata Morales.

Seorang pejabat lain mengatakan pesawat itu dibuat dari komponen-komponen yang dibuat di Venezuela dan dirakit para insyinyur militer yang dilatih di Iran.

Cavim sekarang sedang membangun pabrik-pabrik untuk memproduksi senapan-senapan, granat-granat, serbuk mesiu dan amunisi. Chavez memuji pembangunan belum lama ini-- dengan bantuan Rusia-- satu pabrik untuk membuat senapan-senapan serbu AK-103.

"Kita punya hak (untuk memproduksi senjata-senjata)," kata Chavez. "Kita tidak ingin jika kita adalah satu koloni, tetapi kita adalah satu negara yang bebas dan merdeka."

Apabila rampung, pabrik itu diharapkan akan memproduksi 25.000 senapan dan 70 juta peluru setiap tahun.

Chavez, yang telah pulih dari perawatan kanker hampir setahun, berencana untuk satu jabatan baru dalam pemilu akhir tahun ini.

Chavez, yang berkuasa sejak tahun 1999,adalah penentang keras apa yang ia sebut sebagai "imperialisme" Amerika Serikat di Amerika Latin, dan menjalin hubungan erat dengan musuh-musuh AS seperti Iran dan Kuba.

(H-RN/B002)

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga