Rabu, 17 September 2014

Bursa saham dunia berjatuhan akibat bertambah pedihnya Spanyol

Kamis, 14 Juni 2012 19:36 WIB | 3.359 Views
Bursa saham dunia berjatuhan akibat bertambah pedihnya Spanyol
Seorang pialang mengekspresikan reaksinya di depan papan indeks DAX di Bursa Efek Frankfurt, Senin (8/8). Pasar saham global jatuh minggu ini akibat penurunan tingkat kredit di AS yang menambah kekhawatiran perlambatan perekonomian AS dan kekhawatiran masalah utang zona euro. (REUTERS/Kai Pfaffenbach)
London (ANTARA News) - Bursa saham dunia terpuruk serta biaya pinjaman Spanyol menghancurkan rekor era-euro sesudah Moody's memangkas peringkat kredit negara tersebut, semakin menambah tekanan pada zona euro yang sedang berjuang.

Saham Eropa berjatuhan pada perdagangan pagi sesudah pasar Asia kebanyakan ditutup turun dan Wall Street merosot pada Rabu. Euro jatuh terhadap dolar pada Kamis di London, lapor AFP.

Biaya pinjaman Spanyol mencapai tingkat berbahaya baru yakni mendekati 7,0 persen akibat pinjaman bailout hingga 100 miliar euro (125 miliar dolar) untuk penyelamatan bank-bank yang terimbas turun mendatar menyusul sambutan awal positif singkat.

"Kekalahan obligasi Spanyol berlangsung tanpa henti, ketika biaya pinjaman Madrid bergerak semakin tinggi dan semakin mendekati tingkat tujuh persen yang berbahaya," kata Chris Beauchamp, seorang analis pasar dari kelompok pialang IG Index.

Pada perdagangan pagi, indeks perusahaan unggulan FTSE 100 turun 0,75 persen menjadi 5.442,97 poin, DAX 30 Frankfurt turun 0.78 persen menjadi 6.104,48 poin and di Paris CAC 40 turun 0.89 persen menjadi 3.002,94.

IBEX 35 Madrid turun 0,42 persen.

Dalam perdagangan valuta asing, euro turun menjadi $1,2552 from $1,2556 Rabu malam di New York. Dollar turun menjadi 79,32 yen dari 79,46 yen.

Tingkat suku bunga obligasi pemerintah 10 tahun Spanyol meroket hingga sedikit di bawah 7,0 persen dalam perdagangan, sebuah rekor tinggi tertinggi sejak kelahiran mata uang tunggal, naik tajam dari 6,721 persen Rabu.

Neil MacKinnon, seorang ekonom dari kelompok keuangan VTB Capital, mengatakan bahwa tingkat 7,0 persen "dianggap pasar sebagai titik puncak yang pada akhirnya menaikkan prospek bailout pemerintah."

Italia juga harus membayar investor tingkat bunga kembalian yang jauh lebih tinggi Kamis, mencerminkan semakin meningkatnya kekhawatiran krisis utang zona euro, ketika negara itu menaikkan pendanaan jangka menengah dan panjang.

Tingkat bunga tinggi seperti itu dianggap oleh banyak analis sebagai tidak mungkin ditanggung Spanyol untuk mendanai kegiatan jangka panjangnya, meningkatkan risiko bailout lebih besar, seperti kasus Yunani, Irlandia dan Portugal.

"Berbarengan dengan pemilihan umum krusial kurang dari tiga hari lagi di Yunani dan periferal yield meningkat secara substansial sejak Spanyol menyetujui bantuan luar untuk sektor perbankan yang bermasalah akhir pekan lalu, banyak orang akan beranggapan lingkungan sekarang ini kurang ideal untuk melakukan lelang obligasi," kata pialang ETX Capital Markus Huber.

Moody Investors Service memangkas tingkat utang pemerintah Spanyol dengan tiga skala Rabu malam menjadi Baa3 dan membiarkannya untuk ditinjau kemungkinan penurunannya lebih jauh.

Sejak banyak para investor institusional dilarang membeli obligasi yang dianggap sampah, atau non-investment grade, prospek penurunan lebih jauh mengirim kebekuan lebih jauh ke pasar.

Peminjaman "akan memperburuk secara material posisi utang pemerintah," kata Moody, memproyeksikan rasio utang publik negara itu hingga mencapai 90 persen dari produk domestik bruto tahun ini dan akan terus naik hingga 2015.

Minggu lalu, Fitch juga memangkas peringkat Spanyol dengan tiga skala tetapi Standard and Poor's, sementara mencatat kesulitan Madrid, tidak mengambil tindakan, setelah memangkas peringkat Spanyol dengan dua skala pada April.

Sementara dari berita-berita perusahaan Eropa, Nokia Kamis mengatakan pihaknya berencana memangkas hingga 10.000 pekerjaan sebelum akhir tahun depan akibat langkah penghematan biaya tambahan masif pada pembuat telepon mobile terbesar di dunia tersebut.

Pada perdagangan Asia, bursa saham kebanyakan ditutup turun karena para pialang mengikuti kerugian di Wall Street sedangkan tekanan jual juga dipicu kekhawatiran menyangkut Spanyol dan kegelisahan menjelang pemilu Yunani pada akhir pekan, kata para pialang.

Tokyo turun 0,22 persen, Sydney merosot 0,53 persen dan Hong Kong kehilangan 1,15 persen.

Fokus pasar juga terarah pada pemilu Minggu di Yunani -- yang kedua dalam enam minggu -- dimana para pialang ketakutan pada kemenangan partai-partai antipenghematan yang dapat membawa Athena merobek-robek kesepakatan bailout, yang pada gilirannya mungkin akan keluar dari zona euro.

Kanselir Jerman Angela Merkel pada Kamis mengatakan bahwa krisis zona euro akan mendominasi pertemuan puncak G20 minggu depan namun memperingatkan para pemimpin dunia bahwa kewenangannya untuk bertindak terbatas.

Dalam pidato di hadapan para anggota legislatif menjelang pertemuan para pemimpin G20 di Los Cabos, Meksiko pada 18-19 Juni, Merkel memperingatkan Eropa tidak dapat mengambil jalan pintas dengan solusi yang didasarkan pada "mediokritas" yang gagal mengatasi inti permasalahan.

"Bagi semua yang kembali memandang Jerman pada masa ini di Los Cabos, yang mengharapkan dukungan dan jawaban...saya katakan kepada mereka Jerman itu kuat, Jerman itu mesin pertumbuhan ekonomi dan jangkar stabilitas di Eropa," kata Merkel.

"Tetapi kekuatan Jerman tidak tak terbatas," katanya, memperingatkan harapan terlalu besar pada Jerman sebagai pejuang krisis tunggal di Eropa.

Di Wall Street semalam, Dow ditutup turun 0,62 persen, S&P 500 turun 0,70 persen dan Nasdaq turun 0,86 persen setelah data resmi menunjukkan penjualan ritel AS turun 0,2 persen dari April. (K004)

Penerjemah: B Kunto Wibisono

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga