Minggu, 21 September 2014

Burung hantu elang mulai mpunah di Rangkasbitung

Kamis, 14 Juni 2012 20:48 WIB | 6.730 Views
Burung hantu elang mulai mpunah di Rangkasbitung
Dokumen foto anak burung hantu. (ANTARA/Daniel Ari Purnomo)
Lebak (ANTARA News) - Populasi burung hantu spesies elang di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, mulai punah dan menghilang di habitatnya.

"Selama delapan tahun terakhir burung hantu tidak ditemukan lagi di pohon-pohon besar," kata Jumhedi (45) warga Cimanggu, Desa Rangkasbitung Timur, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Kamis.

Ia pun sudah tidak mendengar lagi suara merdu burung hantu pada malam hari. Padahal, semasa kecilnya, hampir setiap malam mendengar suara burung hantu elang di pohon-pohon besar.

Namun, saat ini burung hantu di Rangkasbitung punah akibat kerusakan hutan yang menjadi habitatnya.

Menurut dia, burung hantu yang biasanya tinggal di pohon-pohon besar di permukiman warga maupun hutan desa. Namun, masyarakat saat ini tidak menemukannya lagi.

Burung hantu adalah kelompok burung yang merupakan anggota ordo strigiformes. Burung itu termasuk golongan burung pemangsa daging (karnivora) dan merupakan hewan malam (nokturnal).

"Dengan menghilangnya burung hantu itu, maka kita merugi karena tanaman padi petani sering diserang hama tikus. Tikus adalah salah satu makanan burung hantu," ujarnya.

Ia mengatakan, sekitar 1980 hingga 1990-an dirinya masih mendengar suara merdu burung hantu di Rangkasbitung, namun dalam beberapa tahun ini menghilang.

Burung hantu di tengah masyarakat masih dianggap sebagai pembawa tanda buruk. Suaranya sebagai pertanda akan terjadi musibah bencana alam atau kematian.

"Selama ini kami merindukan suara merdu burung hantu. Namun, kini menghilang," katanya.

Sukur (40), warga Pasir Kongsen Rangkasbitung, menyatakan dirinya sejak kecil setiap malam mendengar suara burung hantu bersahutan mulai pukul 21.00 hingga 04.00 WIB.

"Jika burung itu bersuara, maka suasana kampung sepi, dan merasa ketakutan pertanda akan terjadi bencana," katanya.

Kepala Bidang Kehutanan, Dinas Kehutanan, dan Perkebunan, Kabupaten Lebak, Asep Mauladi, membenarkan populasi burung hantu di Rangkasbitung kini punah karena pada malam hari sudah tak terdengar suara merdu hewan tersebut.

"Dahulu di kawasan pemakaman warga dan hutan lindung masih terdengar suara burung hantu pada malam hari. Akan tetapi, sekarang sangat prihatin dengan menghilang di habitatnya," katanya menambahkan.
(U.KR-MSR/D007)

Editor: Priyambodo RH

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Terpopuler
Baca Juga