Paris (ANTARA News) - Presiden Perancis, Francois Hollande, Kamis, menyatakan, pasukan Perancis dari Afghanistan dimulai dalam beberapa pekan mendatang. Pekan lalu empat tentara Perancis tewas di palagan Afghanistan dan mendapat upacara militer kebesaran.

Sebelum terpilih pada Mei, Hollande berjanji mempercepat penarikan itu dari Afghanistan, sehingga akan selesai pada akhir 2012, setahun lebih awal dari rencana awal Paris dan dua tahun sebelum tenggat NATO.

Dalam upacara juga dihadiri mantan presiden, Nicolas Sarkozy, keempat tentara itu mendapat pemakaman ketentaraan di tugu tentara Les Invalides.

Keempat tentara Prancis itu tewas, Sabtu, akibat serangan pembom jibaku Taliban di propinsi Kapisa di Afghanistan timur dan korban pertama di Afghanistan sejak Hollande menjabat.

Sejumlah 87 tentara Prancis tewas di Afghanistan sejak awal gerakan pimpinan NATO melawan Taliban di negara itu pada 2001, termasuk sembilan sejak awal 2012.

Sedikitnya, 2001 tentara asing dalam Pasukan Bantuan Keamanan Asing (ISAF) pimpinan persekutuan pertahanan Atlantik utara NATO tewas di Afghanistan pada tahun ini, kata AFP berdasarkan atas hitungan laman icasualties.org.

3.047 tentara asing pimpinan Amerika Serikat tewas di Afghanistan sejak serbuan pada 2001. Amerika Serikat terbanyak, 2.008 orang, diikuti Inggris (418), Kanada (158), Prancis (87), Jerman (53), Italia (49), Denmark (42), Polandia (36), Spanyol (34), Australia (32), Belanda (25), dan sisanya dari negara lain anggota persekutuan sekitar 40 negara itu.

Dukungan bagi perang di Afghanistan turun tajam di kalangan warga Amerika Serikat dalam beberapa bulan belakangan saat mereka semakin kecewa dengan kemelut sejak lebih dari satu dasawrase lalu itu, kata jajak pendapat New York Times/CBS News, yang disiarkan pada akhir Maret.

(B002/M016)