Selasa, 23 September 2014

16 orang tewas dalam bentrokan di Yaman selatan

Jumat, 15 Juni 2012 00:31 WIB | 2.589 Views
Aden (ANTARA News) - Sedikitnya 16 orang, termasuk wanita dan anak-anak, tewas Kamis dalam bentrokan di Abyan, sebuah provinsi Yaman selatan dimana militer dan gerilyawan Al Qaida bertempur untuk memperebutkan wilayah.

Seorang pejabat militer mengatakan, enam warga sipil yang terdiri dari "tiga wanita, dua anak dan seorang pria tewas dalam serangan udara Yaman di kota Shuqra", salah satu benteng terakhir Al Qaida di Abyan, lapor AFP.

Pejabat itu tidak bisa memstikan usia anak-anak yang tewas dalam serangan udara tersebut, yang sasarannya adalah militan.

Sepuluh orang lagi tewas di Shuqra dalam bentrokan sengit antara militer dan gerilyawan, kata seorang pejabat setempat.

"Bentrokan-bentrokan yang menggunakan senapan mesin antara militan Al Qaida dan militer yang didukung milisi lokal menewaskan dua prajurit dan mencederai 11 orang," kata pejabat itu.

Ia menambahkan, delapan gerilyawan juga tewas dalam pertempuran yang meletus pada Rabu larut malam itu.

Shuqra adalah satu-satunya kota di Abyan, selain Mahfad, yang masih dikuasai gerilyawan.

Militer mencapai kemenangan besar pertama atas kelompok militan itu pada Selasa, dengan merebut kota Jaar dan ibu kota provinsi itu, Zinjibar, lebih dari setahun setelah wilayah tersebut dikuasai gerilyawan.

Ratusan gerilyawan Al Qaida diyakini melarikan diri ke Shuqra pada jam-jam menjelang jatuhnya Jaar dan Zinjibar.

Pasukan Yaman meluncurkan ofensif bulan lalu untuk menghalau militan Al Qaida dari provinsi Abyan, Yaman selatan, dimana mereka menguasai sejumlah kota dan desa.

Sejak ofensif militer dimulai pada 12 Mei, 540 orang yang mencakup 402 anggota Al Qaida, 78 prajurit, 26 militan lokal pro-militer dan 34 warga sipil tewas.

Ofensif itu didukung oleh pesawat tak berawak AS yang pada hari itu melancarkan dua serangan udara di Yaman timur yang menewaskan 11 terduga anggota Al Qaida.

Pada 6 Mei, serangan udara AS di Yaman timur menewaskan pemimpin Al Qaida Yaman Fahd al-Quso, yang diburu dalam kaitan dengan pemboman mematikan terhadap kapal USS Cole pada 2000.

Serangan pada Oktober 2000 terhadap USS Cole, kapal perusak Angkatan Laut AS, di pelabuhan Aden, Yaman, menewaskan 17 pelaut dan mencederai 40 orang.

Quso tewas dalam serangan dua rudal di dekat rumahnya di Rafadh, sebelah timur Ataq, ibu kota provinsi Shabwa.

Menurut laporan-laporan, pesawat-pesawat tak berawak AS melancarkan sekitar sepuluh serangan udara di Yaman dalam empat bulan terakhir.

Badan Intelijen Pusat AS (CIA) meminta izin untuk melancarkan serangan lebih lanjut pesawat tak berawak di Yaman, meski ada risiko korban mungkin bukan teroris, kata Washington Post pada April.

AS tidak pernah secara resmi mengakui penggunaan pesawat tak berawak terhadap Al Qaida di Yaman, yang dianggap sebagai cabang paling aktif dan mematikan dari jaringan teror global itu dan menjadi pusat perang melawan teror.

Negara-negara Barat, khususnya AS, semakin khawatir atas ancaman ekstrimisme di Yaman, termasuk kegiatan Al Qaida di Semenanjung Arab (AQAP).

AS ingin presiden baru Yaman, yang berkuasa setelah protes terhadap pendahulunya membuat militer negara itu terpecah menjadi kelompok-kelompok yang bertikai, menyatukan angkatan bersenjata dan menggunakan mereka untuk memerangi kelompok militan itu.

Militan melancarkan gelombang serangan sejak mantan Presiden Ali Abdullah Saleh pada Februari menyerahkan kekuasaan kepada wakilnya, Abdrabuh Mansur Hadi, yang telah berjanji menumpas Al Qaida.

Pada Maret, 185 prajurit tewas dalam serangan besar Al Qaida terhadap sebuah kamp militer di dekat Zinjibar, ibu kota provinsi Abyan. (M014)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga