Jumat, 24 Oktober 2014

Perbankan global desak G20 cegah resesi global

| 3.559 Views
id krisis global, perbankan global, kelompok g20
keputusan paling sulit harus, tentu saja, dibuat di jantung Eropa, para pemimpin Eropa memerlukan dukungan G20 dan lembaga keuangan internasional untuk memperkuat kepercayaan pasar bahwa solusinya sudah ada."
Washington (ANTARA News) - Lobi perbankan global, Institute of International Finance (IIF), Kamis, mendesak pemimpin Kelompok G20 untuk bertindak tegas dan bersama-sama pada pertemuan puncak mereka minggu depan, mencegah risiko resesi lagi di seluruh dunia.

Kepala IIF Charles Dallara mengatakan, KTT G-20 di Meksiko pada Senin dan Selasa adalah "titik potensial yang menentukan," lapor AFP.

"Risiko resesi global lagi, untuk kedua kalinya dalam empat tahun, sangat nyata," kata Dallara pada konferensi pers di Washington.

Direktur pelaksana IIF, yang menegosiasikan pengurangan utang Yunani yang dimiliki sektor swasta, bagian penting dari dana talangan (bailout) internasional dari negara zona euro, menyampaikan kekhawatirannya dalam sebuah surat terbuka kepada G20.

"Pasar akan melihat penuh harap untuk bukti respon kebijakan terkoordinasi global yang ditargetkan untuk menghidupkan kembali prospek pertumbuhan di seluruh dunia pada basis berkelanjutan," tulis Dallara ke Presiden Meksiko Felipe Calderon, yang negaranya memegang ketua G20 tahun ini.

Calderon akan menjadi tuan rumah para pemimpin ekonomi maju dan berkembang, yang mencapai 90 persen dari produksi ekonomi di planet ini, di resort Los Cabos.

KTT Meksiko "bisa dibilang acara G20 yang paling penting sejak KTT London pada April 2009," tulis Dallara, merujuk pada pertemuan di mana para pemimpin menyepakati langkah-langkah untuk mengatasi krisis dan resesi keuangan global.

IIF menyoroti tantangan ekonomi yang dihadapi "banyak" negara, "beberapa sisa dari krisis 2008-2009 dan sekarang diperparah oleh ketegangan di Eropa."

Ketidakpastian tentang masa depan Eropa yang mengganggu pasar keuangan dan menempatkan ekonomi global pada risiko, kata IIF, yang mewakili beberapa lembaga keuangan terbesar di dunia.

"Ada tanda-tanda fragmentasi yang mengkhawatirkan, termasuk penghematan dalam perbankan internasional, pengurangan pinjaman lintas batas dan di pasar pendanaan."

IIF memperingatkan terhadap reformasi peraturan pada saat kepercayaan pasar lemah.

"Karena itu, ini merupakan saat yang tepat untuk mencerminkan apakah harus ada jeda dalam menambah lebih lanjut agregat dari reformasi regulasi yang sudah ada dan berjaga," katanya.

Reformasi regulasi harus mendukung tingkat pengambilan risiko "tepat" untuk tujuan pertumbuhan ekonomi G20.

IIF merekomendasikan bahwa Amerika Serikat, misalnya, memperpanjang pemotongan pajak rumah tangga dan mengambil tindakan lain "untuk menghindari kemungkinan `jurang fiskal`" di akhir tahun, ketika wajib pajak meningkat dan pemotongan belanja jatuh tempo.

Zona euro harus mendefinisikan lebih tepat pengertian atas sebuah "serikat perbankan", IIF mengatakan, menunjukkan "tiga karakteristik jelas: otoritas pengawas terpusat; perluasan wilayah asuransi deposito bank; dan dana rekapitalisasi bank umum."

"Sementara keputusan paling sulit harus, tentu saja, dibuat di jantung Eropa, para pemimpin Eropa memerlukan dukungan G20 dan lembaga keuangan internasional untuk memperkuat kepercayaan pasar bahwa solusinya sudah ada," kata IIF. (A026/A011)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga