Jumat, 19 Desember 2014

Simon: Hayom kurang sabar

| 3.560 Views
id simon santoso, hayom rumbaka, djarum indonesia open, indonesia open, simon kalahkan hayomindonesia terbuka, indonesia open
Simon: Hayom kurang sabar
Tunggal putra Indonesia Dionysius Hayom Rumbaka tersingkir di perempat final Djarum Indonesia Open Super Series Premier 2012, kalah oleh Simon Santoso 17-21, 7-21. (FOTO ANTARA/Prasetyo Utomo)
...Hayom sendiri masih butuh belajar melihat perubahan...

Jakarta (ANTARA News) - Simon Santoso berhasil menyingkirkan sesama pemain Indonesia, Dionysius Hayom Rumbaka, dengan mudah pada babak perempat final Djarum Indonesia Open Super Series Premier 2012.

"Hayom lebih banyak melakukan kesalahan sendiri. Dia terus menyerang namun malah menyentuh net atau melebar. Mungkin dia kurang sabar dan akhirnya saya meninggalkan dia jauh," kata Simon saat jumpa pers usai pertandingan di Istora Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, Jumat.

Simon mengaku mengubah permainan pada pertemuannya dengan Hayom. Ia mencoba mengatasi gaya permainan Hayom yang kerap menyerang dengan pukulan tajam dengan gaya permainan bertahan dan terus menekan.

"Simon mengubah permainannya, dia berani menahan saya. Dari awal saya sudah ditekan sehingga susah untuk membalikkan permainan," kata Hayom yang mengaku tidak puas dengan permainannya.

"Saya tidak mau main reli, ingin cepat-cepat mematikan permainan Simon," tambah peringkat 21 dunia  yang kalah oleh Simon dengan skor 17-21, 7-21.

Lewat kemenangannya yang mudah atas Hayom dan kesalahannya yang sering dilakukan juniornya tersebut, Simon berpendapat Hayom harus bisa cepat menangkap perubahan gaya permainan yang dilakukan lawannya.

"Tanpa bermaksud apa-apa, tetapi untuk Hayom sendiri masih butuh belajar melihat perubahan (strategi) musuh seperti apa. Dia harus tangkap hal itu. Mungkin karena dia masih muda," kata Simon.

Selanjutnya pada semifinal, Simon akan melawan pebulu tangkis India Kashyap Parupalli yang mengalahkan Hans Kristian Vittinghus dari Denmark 21-15, 21-14.

(M047)

Editor: Fitri Supratiwi

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga