Sabtu, 26 Juli 2014

Pemerintah percepat evakuasi TKI dari Suriah

Jumat, 15 Juni 2012 17:38 WIB | 2.904 Views
Pemerintah percepat evakuasi TKI dari Suriah
Menurut Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, jumlah TKI yang berada di Suriah tercatat sebanyak 12.189 orang.(ANTARA/Yudhi Mahatma)
Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah mempercepat proses evakuasi tenaga kerja Indonesia (TKI) yang berada di Suriah, terutama di daerah-daerah rawan konflik yang minim perlindungan dan membahayakan keselamatan TKI.

"Kami tidak akan membiarkan TKI dan WNI yang lain menjadi korban. Pemerintah akan sekuat tenaga memulangkan TKI dari Suriah," kata Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar saat memberikan keterangan pers di Jakarta, Jumat.

Pemerintah akan memberikan perhatian khusus pada lima daerah konflik di Suriah dalam melakukan evakuasi TKI yakni yaitu Homs yang menampung 405 orang TKI, Rif Dimasq dengan 426 TKI, serta Hama (86 TKI), Idleb (17 TKI) dan Dar'a (11 orang TKI).

Pemerintah juga memberikan perhatian pada daerah rawan lain di Suriah seperti Damascus, Aleppo, Lattakia, Tartus, Raqqah, Deir Ez Zour, Sweida, Al Hasakah, dan Quneitra.

Muhaimin mengatakan kementeriannya terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri, KBRI Damaskus dan Atase Tenaga Kerja di Suriah untuk memantau perkembangan situasi di negara itu, menghubungi TKI dan majikan, serta memulangkan TKI dari Suriah.

"Pemulangan TKI dari Suriah akan terus dilakukan secara bertahap baik melalui evakuasi maupun pemulangan reguler," kata Muhaimin.

Menurut data pemerintah, jumlah TKI yang telah dievakuasi dari Suriah hingga 10 Juni 2012 mencapai 202 orang, sementara pemulangan reguler dan bantuan majikan mencapai 70 orang. Selanjutnya pemulangan TKI akan dilakukan tanggal 17 dan 19 Juni.

Sejak tanggal 9 Agustus 2011, Indonesia telah memberlakukan penghentian sementara (moratorium) pengiriman TKI sektor Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT) ke Suriah karena perlindungan TKI yang dinilai belum maksimal di negara itu.

Muhaimin juga mengimbau TKI yang ada di daerah rawan konflik di Suriah untuk datang ke KBRI dan tempat perlindungan yang antara lain disediakan di Damaskus, Lattakia dan Aleppo untuk pendataan dan dievakuasi.

Kementerian Tenaga Kerja dai Transmigrasi menyediakan layanan telepon bagi para TKI/WNI yang membutuhkan pertolongan di Suriah yaitu pada nomor +963116132578, +963954444810 dan +963116119630.

Menurut Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja Reyna Usman, saat ini ada 52 Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS) yang menyalurkan TKI ke Suriah.

(A043)



Editor: Maryati

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca