Selasa, 29 Juli 2014

Ini penyebab defisiensi testosteron

Sabtu, 16 Juni 2012 01:59 WIB | 3.209 Views
Jakarta (ANTARA News) - Defisiensi testosteron atau yang biasa disebut dengan hipogonadisme, merupakan penurunan kadar hormon laki-laki atau testosteron.

"Proses penuaan, khususnya setelah usia 50 tahun adalah wajar bila mengalami penurunan kadar testosteron. Namun bila penyebabnya adalah penyakit kronik dan pencetus lain, itu yang perlu diwaspadai," ujar  Kepala Divisi Metabolik Endokrinologi Departemen Penyakit Dalam FKUI-RSCM, dr. Em Yunir, SpPD-KEMD, pada sebuah media edukasi yang diadakan oleh Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (Perkeni), di Jakarta, Jumat.

Penyakit kronis seperti gagal jantung, penyakit hati kronis, sirosis hepatitis, obesitas, hipertensi, diabetes tipe 2, serta HIV-AIDS, adalah sederet penyakit yang memicu hipogonadisme, kata Yunir.

"Penyebab lainnya adalah masalah gaya hidup yang tidak sehat, trauma pada testis biasanya karena kecelakaan, malnutrisi, serta kongenital atau bawaan sejak masih dalam kandungan," kata dia.

Hipogonadisme tidak hanya terjadi pada pria dewasa, namun juga pada remaja bahkan anak-anak. Oleh sebab itu diperlukan deteksi dini sehingga dapat segera diatasi, kata Yunir.

Pada pria dewasa, pengobatan hipogonadisme dapat berupa penggantian hormon dalam bentuk terapi testosteron yang mampu mengembalikan fungsi seksual, kekuatan otot, bantuan teknologi reproduksi untuk pembuahan, serta mencegah osteoporosis pada pria, papar Yunir.

"Pada anak laki-laki, sebelumnya harus dicari dahulu apa penyebabnya, atau kah ada penyakit lain yang menyertai. Dalam keadaan ini, anak dapat diberikan hormon testosteron sintetik bila memang diperlukan," ujar dia.
(M048)

Editor: Aditia Maruli

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca