Kamis, 31 Juli 2014

Pengadilan larang putra Gurkha pindah ke Inggris

Sabtu, 16 Juni 2012 03:45 WIB | 4.838 Views
London (ANTARA News) - Empat keluarga Nepal kalah dalam persidangan di Inggris, Jumat, untuk memperjuangkan hak putra dewasa Gurkha menetap di negara Eropa itu bersama orang-tua mereka.

Seorang hakim pengadilan tinggi di London mengukuhkan putusan sebelumnya yang dikeluarkan Kementerian Dalam Negeri Inggris yang menetapkan bahwa empat pemohon Nepal, yang berusia akhir 20-an dan awal 30-an tahun, tidak diizinkan tinggal tanpa batas waktu di Inggris, lapor AFP.

Gurkha, yang terkenal karena garang dan membawa pisau khas melengkung Kukri, menjadi bagian dari militer Inggris selama hampir 200 tahun.

Sekitar 200.000 prajurit Gurkha berperang untuk Inggris pada Perang Dunia I dan Perang Dunia II dan lebih dari 45.000 orang tewas dengan memakai seragam militer Inggris.

Para pengacara dari keempat pemohon itu mengatakan bahwa kebijakan saat ini, yang melarang anak-anak pejuang Gurkha pindah ke Inggris bersama orang-tua mereka jika mereka telah berusia di atas 18 tahun, tidak mencerminkan "kesetiaan dan komitmen" keluarga mereka pada Inggris.

Hakim David Eady menyatakan menghormati "kontribusi besar" para pejuang Gurkha bagi Inggris namun mengatakan, "Saya harus menentang kecaman atas kebijakan itu atau upaya-upaya untuk merusaknya."

Sejak 2004, para mantan prajurit yang bertugas untuk pasukan Inggris dan diberhentikan di negara itu diizinkan menetap di negara Eropa tersebut.

Upaya pada 2009 yang dipimpin oleh aktris Inggris Joanna Lumley berhasil membuat veteran Gurkha yang pensiun sebelum 1997 dengan masa tugas sedikitnya empat tahun memperoleh hak untuk tinggal secara permanen di Inggris. (M014)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca