Rabu, 3 September 2014

Dekat dengan idola di Theater JKT48

Sabtu, 16 Juni 2012 12:12 WIB | 19.861 Views
Dekat dengan idola di Theater JKT48
Fans JKT48 (ANTARA/Ansyor)
Jakarta (ANTARA News) - Ratusan remaja pria  duduk rapi di Studio 7 Pasaraya Grande, Jakarta. Sebagian di antara mereka mengenakan kaos merah dengan tulisan JKT48 berwarna putih. Semuanya ingin menonton pertunjukan idol group beranggotakan 24 orang.

"JKT..48! JKT..48!", para penggemar itu berseru kompak memanggil grup idola beranggotakan Mova, Ayana, Beby, Cindy, Cleo, Delima, Kinal, Diasta, Frieska, Gaby, Ghaida, Jeje, Ve, Melody, Nabilah, Ochi, Rena, Dhike, Rica, Sendy, Shania, Sonia, Sonya, dan Stella.  Usia personel JKT48 mulai dari  kelas 6 SD hingga bangku kuliah.

Histeria menggemuruh saat JKT48 memasuki panggung. Mereka yang mengenakan kostum kotak-kotak biru dengan rok hijau membuka pertunjukan dengan lagu" Shonichi". 

Masih ada deretan lagu lain yang diimpor dari pertunjukan theater AKB48 --pendahulu JKT48 dari Jepang-- seperti "Hissatsu Teleport", "Tenshi no Shippo", "Pajama Drive", "Kisushite Sonshichatta", dan "Boku no Sakura".

"Setlist Pajama Drive" itu pun diboyong ke Jakarta dan ditampilkan dalam lirik yang sudah diterjemahkan ke bahasa Indonesia.

Tanpa dikomando, para penonton yang kebanyakan remaja hingga dewasa muda kaum adam itu mengiringi instrumental lagu dengan  "chant" :"Taiga, faiya, saiba, faiba, daiba, vaiba, jya, jya!" .

Teriakan itu adalah lafal bahasa jepang dari bahasa Inggris "tiger, fire, cyber, fiber, diver, viber." Sorakan itu biasa dilakukan penonton konser-konser AKB48. Meski alasan awal penggunaan kata-kata itu di Jepang pun masih simpang-siur, toh para fans JKT48 tak mempermasalahkan.

Mereka tak lupa membawa light stick dan kipas bergambar idolanya diacung-acungkan seakan ingin mendeklarasikan siapa anggota favoritnya.

Di sela-sela pertunjukan, para anggota memperkenalkan diri dengan salam khasnya.

"Haaai..menghiburmu dengan senyum semanis madu, aku Delima!" para penggemar meresponnya dengan meneriakkan kembali nama Delima.

Salah satu anggota yang banyak dielu-elukan adalah Rena Nozawa. Gadis berumur 14 tahun ini merupakan satu-satunya anggota JKT48 yang asli orang Jepang.

"I'm a dreamer, not yet a writer. I'm Rena! Yoroshiku onegaishimasu!".

Rena yang fasih bahasa Inggris ini sempat bercerita tentang aktivitasnya.

"Akhir tahun banyak ujian, jadi susah banget," ucapnya dibalut dengan logat Jepang yang masih kental yang mendapat tanggapan ramai dari para penonton.

Dua jam berlalu dan teater pun ditutup dengan lagu terbaru JKT48 berjudul "Ponytail to Shushu".

Sore itu para penonton mendapat "bonus" karena bisa bersalaman dengan semua personil di akhir pertunjukan.

Cahaya panggung warna-warni sesuai hentakan lagu, pergantian kostum sesuai tema lagu, dari piyama, mini dress, seragam sailor, dan kaos putih bertuliskan JKT48, Theater JKT48 dikemas seperti konser mini.

Teater
JKT48 adalah "adik" dari AKB48, grup idola asal Jepang yang pernah menggelar mini konser di Jakarta. Di Jepang, AKB48 mempunyai teater khusus dan menggelar pertunjukan hampir setiap hari. Di situ para penggemar bisa menyaksikan idolanya tampil menyanyi, menari, serta berinteraksi dari dekat. 

Mengikuti sang "kakak", JKT48 kini menggelar teater yang sudah dihelat untuk kedua kalinya.

Tetapi di Indonesia, JKT48 yang baru diperkenalkan di publik Indonesia sejak November tahun lalu belum bisa mengadopsi konsep teater AKB48 secara persis.

"Kami kan belum punya teater sendiri, jadi tempatnya masih ganti-ganti. Kalo di Jepang kan show hampir tiap hari, di sini diusahain akan bikin teater sebulan sekali," jelas Rinintha Pradiza (27), manajer Event & PR JKT48. 

Ini memang baru kali kedua Theater JKT48. Bulan lalu, teater pertama dihelat di Nyi Ageng Serang, Kuningan. Kali ini tempatnya berganti di Studio 7 Pasaraya Grande, Jakarta. Tempatnya boleh berbeda, tetapi kondisi panggungnya serupa, tidak terlalu besar.  

"Kapasitasnya 350 orang. Sengaja tidak terlalu besar biar fans bisa ngeliat idolnya lebih dekat. Jadi lebih bisa berinteraksi. Anak-anaknya (anggota JKT48) juga bisa lebih semangat kalau ngeliat dukungan fansnya dari dekat," ungkap Rini.

Kali ini, teater mengadakan pertunjukan empat hari berturut-turut, 14-17 Juni. Setiap hari, kecuali tanggal 14, terdiri dari dua sesi pertunjukan, pukul 14.00 WIB dan 18.00 WIB.

Idola yang dekat dengan penggemar
"Idol you can meet everyday" adalah konsep yang diusung AKB48, hal yang sama dianut oleh JKT48 walau belum bisa diterapkan secara harafiah. 

Di Jepang, para penggemar memang bisa tiap hari bertemu sang idola. Mereka cukup datang ke markas AKB48 dan menonton pertunjukan hari itu. 

Karena JKT48 belum punya tempat permanen untuk menyelenggarakan teater, mereka mencoba dekat dengan para penggemar lewat cara lain.

"Sekarang kan ada jejaring sosial. Jadi kami berinteraksi dengan fans lewat twitter," kata Melody saat ditemui usai Theater JKT48.

Hal yang serupa diutarakan Nabilah, anggota termuda di JKT48.

"Di twitter kan aku bisa menyapa penggemar, balesin mention, berbagi cerita tentang kehidupanku sehari-hari," kata Nabilah yang baru lulus SD.

Didukung orang tua
Bukan hal mudah bagi JKT48 untuk bisa mempersembahkan Theater JKT48.  Belasan lagu dan koreografi harus dihafalkan dalam waktu singkat.

“Kira-kira waktunya sebulan ya untuk menghafal lagu dan tariannya. Sempat ada yang pesimis juga takut gak bisa hafal, untunglah banyak dukungan jadinya sekarang bisa tampil,” ujar Ima Fatmawati, ibunda dari salah satu anggota JKT48, Delima Rizky.

Untuk mempersiapkan teater ini, anggota JKT48 berlatih hampir setiap hari. 

Ima yang mengaku bangga pada pencapaian anaknya ini mendukung karir Delima sepenuhnya. Lagipula, Ima bisa mengawasi semua kegiatan anaknya saat tampil bersama grupnya. Dia juga mengatakan, latihan intensif tidak mengganggu pendidikan Delima yang baru lulus SMP.

“Manajer selalu minta jadwal sekolah untuk dua bulan. Jadi jadwal tampil JKT48 disesuaikan dengan jadwal ujian atau ulangan sekolah. Kalaupun memang bentrok, bisa bergantian sama member lain. Itulah enaknya kalo anggotanya banyak,” kata Ima yang setia mengantar jemput Delima dari rumah ke tempat latihan.
 (nan)

Editor: Aditia Maruli

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga