Jumat, 19 September 2014

Presiden Ahmadinejad bertolak ke Rio+20

Sabtu, 16 Juni 2012 22:25 WIB | 4.187 Views
Presiden Ahmadinejad bertolak ke Rio+20
Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad. (FOTO ANTARA/REUTERS/Raheb Homavandi)
Teheran (ANTARA News) - Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad pekan depan akan memulai lawatan ke Amerika Latin termasuk berhenti di Brazil untuk menghadiri KTT Rio+20, serta Bolivia dan Venezuela, kata kantornya, Sabtu.

Ahmadinejad akan tinggal di Brasil selama dua hari, di mana ia akan bertemu dengan para pemimpin dunia di sela-sela pertemuan puncak tentang pembangunan berkelanjutan, kata Mohammad Reza Forqani, seorang pejabat kepresidenan, kepada kantor berita ISNA.

Pemimpin Iran itu akan singgah di Bolivia dalam perjalanan ke Brazil untuk membahas perkembangan hubungan bilateral dengan timpalannya Presiden Evo Morales, kata Forqani.

Pada bagian akhir lawatannya akan membawanya ke Venezuela untuk singgah sejenak guna mengadakan pembicaraan dengan Presiden Hugo Chavez.

Forqani tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Di bawah tekanan yang meningkat dari negara-negara Barat mengenai program nuklirnya yang disengketakan, Iran telah berupaya menjalin hubungan politik dan ekonomi lebih erat dengan negara di luar belahan bumi Barat.

Ahmadinejad telah melakukan beberapa keberhasilan dalam melakukan ini, terutama dengan Venezuela, yang presidennya telah mengunjungi Iran sembilan kali dalam 13 tahun.

Pada lawatan terakhir ke Amerika Latin, Ahmadinejad mengunjungi Venezuela, Nikaragua, Ekuador dan Kuba pada Januari lalu, ketika dia mendapatkan dukungan dari sekutunya dalam masalah nuklir Teheran dengan Barat.

Pada tahun 2009, ia mengunjungi Brasil. Dia juga singgah di Ekuador dan Venezuela untuk mendapatkan dukungan.

Pertemuan puncak Rio+20 yang disponsori PBB diharapkan akan dihadiri oleh 116 pemimpin dunia pada 20-22 Juni dan akan membahas prospek ekonomi "hijau" yang dapat menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan pemberantasan kemiskinan dan perlindungan lingkungan.

Negara-negara Barat dan AS mencurigai Iran mengembangkan persenjataan nuklir di balik program nuklir sipilnya. Tetapi Teheran telah berulang kali menegaskan bahwa program nuklirnya adalah benar-benar untuk kepentingan sipil, guna memenuhi permintaan energi nasionalnya yang makin meningkat, demikian AFP.

(H-AK)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga