Jumat, 29 Agustus 2014

Dahlan: calonkan presiden rusak kerja saya

Sabtu, 16 Juni 2012 22:53 WIB | 3.715 Views
Dahlan: calonkan presiden rusak kerja saya
Menteri BUMN Dahlan Iskan (ANTARA)
Semarang (ANTARA News) - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menilai bahwa mencalonkan diri sebagai presiden pada Pemilu 2014 hanya akan merusak semua kerjanya memimpin kementerian tersebut.

"Saya ingin bekerja. Saya ini Menteri BUMN, tidak boleh berpolitik, tidak boleh berpartai," katanya usai kuliah umum "Penguasaan Sains dan Teknologi untuk Kemanusiaan Bangsa dan Pengentasan Kemiskinan" di Universitas Diponegoro, Semarang, Sabtu.

Dahlan memang telah berkali-kali mendapatkan pertanyaan tentang kesediaannya menjadi capres pada 2014, namun ia tetap menyempatkan menjawab pertanyaan salah satu mahasiswa, meski terkadang dengan nada bercanda.

Pada kuliah umum itu, Dahlan mendapat berbagai pertanyaan dari mahasiswa, mulai kebijakannya dalam kementerian hingga kesediaannya menjadi capres pada 2014.

"Bukan apa-apa. Begitu saya ngomong mau mencalonkan diri sebagai Presiden, padahal mungkin belum tentu ada yang mau mencalonkan. Maka, akan merusak semua kerja saya," katanya pria kelahiran Magetan, 17 Agustus 1951 itu.

Jika dirinya menyatakan mau mencalonkan diri menjadi Presiden, kata dia, tidak ada lagi orang yang akan percaya pada dirinya, termasuk langkah dan strategi yang ditempuhnya dalam memimpin Kementerian BUMN.

Nantinya, kata mantan Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) itu, setiap orang akan menganggap bahwa langkah-langkahnya dalam bekerja sebagai Menteri BUMN ada kepentingan terkait dengan pencalonan.

"Nantinya tidak akan ada lagi yang percaya dengan saya. Akhirnya ketika saya mengajak jajaran kementerian untuk mari melakukan ini pasti berpikiran maksudnya apa. Saya tidak ingin seperti itu," katanya.

Selain itu, kata sosok yang tak pernah lepas dari sepatu kets itu, ketentuan Tuhan jauh lebih menentukan daripada keinginan manusia, termasuk berkaitan dengan jadi atau tidaknya seseorang sebagai Presiden.

"Saya adalah orang yang sangat percaya pada takdir. Jadi Presiden atau tidak itu urusan Tuhan, karena ketentuan Tuhan jauh lebih menentukan dibanding keinginan manusia," katanya.

"Buktinya, banyak orang yang ingin menjadi Presiden tetapi ternyata tidak kesampaian," kata Dahlan sembari bercanda.
KR-ZLS/R010) 

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga