Selasa, 21 Oktober 2014

Pembuat sabu-sabu ditangkap saat kebakaran

| 4.295 Views
id produsen sabu sabu, kebakaran rumah, penangkapan dan hukuman
Tersangka sebenarnya telah menjadi target operasi (TO) sejak enam bulan yang lalu,..."
Padang (ANTARA News) - Jajaran Kepolisian Sektor Padang Selatan, Kota Padang, Sumatera Barat, Sabtu, mengamankan tersangka pembuat narkotika jenis sabu-sabu saat kebakaran di rumah tersangka jalan Jundul H/1, Kecamatan Padang Selatan.

Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Padang Kombes Pol M Seno Putro di Padang, Sabtu, mengatakan, tersangka yang dapat dikatakan sebagai produsen sabu-sabu tersebut diamankan sekitar pukul 17.15 WIB, setelah terjadi ledakan di rumahnya, yang mengakibatkan kebakaran.

"Tersangka sebenarnya telah menjadi target operasi (TO) sejak enam bulan yang lalu, setelah pihak kepolisian mendapat informasi ada pembuat sabu-sabu di kawasan tersebut, dan tadi kepolisian mendapat laporan dari masyarakat tentang ledakan di rumah tersangka, yang memicu api, namun pemiliknya tidak mau ke luar, sehingga akhirnya anggota kepolisian yang ada di lokasi langsung menggerebek rumah itu," kata Seno.

Dia menambahkan, saat penggeledahan di rumah tersebut setelah terjadinya ledakan itu, ditemukan barang bukti sabu-sabu, dan alat-alat untuk membuatnya, dan setelah terus dicari ternyata tersangka bersembunyi di atas platform rumahnya.

Tersangka yang telah menjadi target selama enam bulan tersebut adalah Ronald Seprianto (29), yang mengaku mulai membuat sabu-sabu sejak empat bulan lalu, setelah sebelumnya belajar selama lebih kurang dua tahun melalui artikel-artikel yang ada di internet.

Dalam penangkapan terhadap tersangka tersebut, pihak kepolisian juga mengamankan barang bukti berupa 10 gram sabu-sabu siap untuk diedarkan, bersama dengan alat penyulingan untuk memproduksi, selanjutnya juga ada sembilan bahan kimia lainnya, yang merupakan bahan utama pembuat narkotika tersebut.

Sabu-sabu siap edar tersebut, diperkirakan pihak kepolisian untuk harga antar distributor mencapai Rp9 juta, di mana tersangka selama empat bulan beroperasi sebelum diamankan, telah melakukan pendistribusian ke Kota Medan, Sumatera Utara, sebanyak dua kali.

"Alat suling untuk pembuat narkotika itu sendiri menurut pengakuan tersangka dibeli dari Jerman, sementara untuk bahan-bahannya didapat dari Jakarta," ujarnya.

Sehubungan dengan itu, tersangka menjelaskan, produksi sabu-sabu tidak setiap hari dilakukan, tergantung ketersediaan bahan, dan ilmu untuk membuatnya di dapat dari internet, kebakaran sendiri tadi terjadi saat proses pembuatan sabu-sabu.

"Saya mendapatkan bahan dari Jakarta dengan menggunakan jasa pengiriman barang, setelah diproduksi biasanya dijual ke Kota Medan, dan itu baru dua kali penjualan," jelasnya.

Atas perbuatannya, jika terbukti bersalah tersangka terancam hukuman lebih dari 20 tahun penjara, berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.  (AGP/Z002)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga