PM India desak Eropa atasi krisis keuangan

Minggu, 17 Juni 2012 07:01 WIB | 3450 Views

PM India desak Eropa atasi krisis keuangan

PM India Manmohan Singh (REUTERS/B Mathur)

Berlanjutnya masalah di sana (Eropa) lebih lanjut akan meredam pasar global dan berdampak negatif pada pertumbuhan ekonomi kita sendiri."
Berita Terkait
New Delhi (ANTARA News) - Perdana Menteri India Manmohan Singh mendesak para pemimpin Eropa untuk mengambil "tindakan tegas" mengatasi krisis keuangan di zona euro, saat ia berangkat menghadiri KTT G20 di Meksiko pada Sabtu.

Singh menggambarkan situasi di Eropa sebagai salah satu "perhatian khusus" untuk India, di mana ekonomi tumbuh hanya 5,3 persen pada periode Januari-Maret, ekspansi triwulanan yang paling lambat dalam sembilan tahun.

"Berlanjutnya masalah di sana (Eropa) lebih lanjut akan meredam pasar global dan berdampak negatif pada pertumbuhan ekonomi kita sendiri," katanya.

"Ini merupakan harapan kami bahwa para pemimpin Eropa akan mengambil tindakan tegas untuk menyelesaikan masalah keuangan yang dihadapi mereka," tambahnya.

Segera setelah booming ekonomi India telah dirugikan oleh kurangnya reformasi ekonomi, suku bunga tinggi, dan kepercayaan bisnis jatuh.

Singh dan Menteri Keuangan Pranab Mukherjee menyalahkan krisis utang zona euro untuk ketegangan ekonomi India, mengatakan bahwa perlambatan global telah meninggalkan mereka dengan sedikit ruang untuk bermanuver.

Pemerintah Singh juga di bawah tekanan untuk mengendalikan subsidi dan pengeluaran lainnya, setelah defisit anggaran melebar menjadi 5,75 persen dari produk domestik bruto di tahun fiskal yang berakhir 31 Maret.

Awal pekan ini, Standard & Poor`s memperingatkan India bisa menjadi yang pertama dari negara berkembang BRIC yang kehilangan peringkat "investment-grade" (layak investasi), kecuali raksasa Asia itu menghidupkan kembali pertumbuhan dan memacu reformasi.

Pada April, perusahaan pemeringkat itu merubah prospek kredit India menjadi negatif dari stabil, mempertahan peringkat India di "BBB-" tetapi memperingatkan pihaknya menghadapi setidaknya satu di antara tiga kemungkinan kehilangan statusnya, jika keuangan publik memburuk.

Peringkat "BBB-" hanya satu tingkat di atas "sampah", yang membawa peningkatan risiko default (gagal bayar) dan akan melihat India harus membayar suku bunga yang lebih tinggi pada pinjaman publik.

(a026)

Editor: Tasrief Tarmizi

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar

Menkeu minta Kementerian BUMN tagih deviden Freeport

Menkeu minta Kementerian BUMN tagih deviden FreeportMenteri Keuangan Chatib Basri meminta Kementerian BUMN untuk tetap menagih deviden PT Freeport Indonesia sebesar Rp1,5 ...