Kamis, 21 Agustus 2014

Investasi kawasan transmigrasi ditargetkan Rp20,3 triliun

Minggu, 17 Juni 2012 14:58 WIB | 3.528 Views
Investasi kawasan transmigrasi ditargetkan Rp20,3 triliun
Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar (ANTARA)
Jakarta (ANTARA News) - Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menkertrans) menargetkan investasi di kawasan transmigrasi mencapai Rp20,3 triliun pada 2014, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut dan kawasan sekitarnya.

"Di kawasan transmigrasi tersebut dikembangkan komoditas unggulan setempat, seperti kelapa sawit, karet, tebu, sisal, rumput laut, dan lain lain. Melalui kemitraan usaha antara transmigran dan penduduk setempat dengan badan usaha negara maupun swasta," kata Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar dalam keterangan persnya di Jakarta, Minggu.

Kemenakertrans akan melakukan kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi (PT) di Indonesia dalam melakukan persiapan pembangunan kawasan transmigrasi, antara lain persiapan teknis maupun administrasi seperti pembuatan "database".

"Pembangunan `database` ketransmigrasian ini kami anggap penting karena akan digunakan untuk bahan masukan kebijakan Kementerian, perencanaan pelatihan bagi calon transmigran agar mereka mempunyai kompetensi di bidang usahanya, dan peningkatan kualitas SDM aparatur Kemenakertrans," paparnya.

Pembangunan kawasan transmigrasi juga dinilai penting untuk menekan kesenjangan pembangunan antarwilayah yang disebabkan pola pembangunan saat ini kurang memperhatikan faktor-faktor keseimbagan antar-wilayah.

"Prioritas penbangunan di lokasi transmigrasi ini juga berkaitan dengan rendahnya pertumbuhan di daerah terbelakang (hinterland) jika dibandingkan pertumbuhan di kota," ucap Menakertrans.

Pembangunan di kawasan transmigrasi dinilai dapat menjadi salah satu solusi dalam mengurangi kesenjangan antar-wilayah yang sesuai dengan Undang-Undang nomor 17 tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025 dan Undang-Undang nomor 29 Tahun 2009 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 15 Tahun 1997 tentang Ketransmigrasian.

Muhaimin menjelaskan, dalam periode Pembangunan Jangka Menengah I tahun 2005-2009, pemerintah telah merintis pembangunan 44 kawasan transmigrasi dan pada tahun 2010-2014 akan memfungsikan 16 kawasan dari 44 kawasan tersebut menjadi klaster sistem pengembangan ekonomi yang didukung adanya Kawasan Perkotaan Baru.

Selanjutnya, program transmigrasi telah melaksanakan perpindahan transmigran ke kawasan transmigrasi sebanyak 44.233 keluarga, serta melakukan penataan penduduk di kawasan transmigrasi sebesar 132.650 keluarga.

Sementara itu Dirjen Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi (P2KTrans) Kemenakertrans, Jamaluddien Malik menambahkan, kawasan transmigrasi yang akan dikembangkan harus mampu menghasilkan produk barang dan jasa secara efisien sesuai dengan kebutuhan pasar dan berdaya saing.

"Setiap kawasan transmigrasi harus disiapkan untuk mampu menghadapi tantangan regional, nasional, dan global serta mengembangkan produk-produk unggulan yang kompetitif," ujar Jamaluddien.

Pembangunan dan pengembangan SDM para transmigran juga dinilai merupakan faktor kunci untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat serta dapat memperkuat perekonomian kawasan transmigrasi dengan berbasis keunggulan lokal menuju keunggulan kompetitif.

"Oleh karena itu, harus ada peningkatan penguasaan, pemanfaatan, dan penciptaan pengetahuan dan teknologi tepat guna dalam membangun infrastruktur yang memadai," ujarnya.
(A043)

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga