Jakarta (ANTARA News) - Demi menghindari krisis utang yang lebih parah, pemerintah Italia telah bersiap menjual aset-aset negara, dimulai dengan tiga perusahaan milik negara tersebut; Fintecna, Sace, dan Simsest.

Penjualan tiga perusahaan milik negara ini diharapkan bisa memberikan pemerintah suntikan dana segara sekitar 10 miliar euro atau sekitar Rp118 triliun.

Dana itu, seperti dikutip dari BBC, akan dipergunakan untuk mengurangi beban utang negara.

Perdana Menteri Italia menyebut langkah ini--bersamaan dengan pengurangan jumlah pegawai pemerintah--sebagai langkah yang "sangat kuat".

Apa yang dilakukan pemerintah Italia ini mengindikasikan upaya privatisasi lebih lanjut masih bakal bergulir.

Pada saat yang sulit seperti sekarang, pemerintah Italia juga mengurangi jumlah tentara dan berniat menjual properti yang terkait dengan program pengurangan tersebut.

Tidak cuma itu, Italia tengah bersiap menggabungkan departemen-departemen pemerintah agar kemudian pegawainya bisa dikurangi jumlahnya.

Italia--seperti beberapa negara di zoba Eropa lainnya--sedang berada di pusaran utang yang sangat masif, di mana utang negara mencapai sekitar 120 persen dari produk domestik bruto (GDP).

Pada hari Kamis lalu, bank sentral Italia mengumumkan bahwa negeri itu memiliki utang dengan rekor tertinggi dalam sejarah, yaitu 1,95 triliun euro.
(E012)